Pasca Libur Lebaran, Stok Darah di Kabupaten Lebak Mengalami Krisis
TitikKata.com-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lebak menyebut stok darah di Kabupaten Lebak mulai mengalami krisis pasca libur Lebaran 2024.
Kepala UDD PMI Lebak, dr. Firman Rahmatullah kepada TitikKata di Rangkasbitung, Jumat (19/4/2024) mengatakan stok golongan darah B nyaris tidak ada di setiap UDD di Provinsi Banten.
"Dari semenjak H-7 sampai H+7 Lebaran stoknya belum stabil artinya mengalami krisis. Ya, memang untuk golongan darah ini terutama krisis di golong darah B dan ini hampir di semua UDD di Provinsi Banten mengalami krisis darah,"kata Firman.
Untuk mengatasi krisis, lanjut Firman, PMI Lebak melakukan beberapa cara. Salah satunya menyiapkan mobil unit donor darah.
"Kami setiap pasien yang Puskesmas menuju pasar ke rumah sakit kita ibu untuk tadi mempersiapkan calon donor pengganti jadi untuk bilamana keluarga tersebut butuh transfusi itu sudah tersedia tadi apa namanya calon-calon pendonornya,"kata Firman.
Selain itu, kata Firman, pihaknya juga akan mengoptimalisasi donor darah dalam acara Car Free Day (CFD) di setiap akhir pekan sehingga krisis stok darah bisa teratasi.
"Stok darah yang tersedia saat ini permintaan darurat masih bisa kita penuhi, kita punya stok 2 hari. Tetap kita harus berpacu untuk mengatasi krisis ya,"tandasnya.
Diketahui, stok darah yang tersedia di UDD PMI Lebak saat ini 3 kantong darah utuh golongan A, 1 golongan B, 3 golongan AB dan 6 golongan O. Selain itu tersedia juga 7 trombosit golongan A, 6 golongan B, 5 golongan AB dan 13 golongan O.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS