Loading...

Curhatan Petugas KPPS yang Kesal Dituduh Curang

Curhatan Petugas KPPS yang Kesal Dituduh Curang
Pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2024. Foto: Redaksi.
Reporter: Redaksi | Editor: Tama

TitikKata.com-14 Februari 2024 akan menjadi kisah tak terlupakan bagi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024.

Bukan mengenai Hari Kasih Sayang yang dirayakan setiap 14 Februari, tetapi hari dimana para petugas KPPS Pemilu 2024 harus mengerahkan seluruh tenaganya demi mensukseskan pesta demokrasi di Indonesia.

Sejak pagi, petugas KPPS bersama-sama mempersiapkan pelaksanaan pemungutan suara, mulai dari mengecek kertas surat suara, rapat pemungutan suara, hingga rapat penghitungan suara.

Bahkan, dikabarkan banyak petugas KPPS yang kelelehan karena harus menunggu hasil penghitungan suara sampai esok pagi.

Banyak petugas KPPS yang terkuras tenaganya karena kelelahan hingga mendapat penanganan medis.

Kisah tersebut pun, dibagikan Rafi petugas KPPS di TPS 22 Kecamatan Cipocok Jaya.

"Sedihnya itu kalau dari petugas sendiri itu sakit-sakitan seperti mengalami asam lambung naik kemudian pusing itu sempat terjadi cuma, karna kita kerja solid bareng-bareng ya tidak jadi masalah," ujar Rafi, pada Selasa (20/2/2024).

Rafi yang telah bekerja secara maksimal dan mengawal pesta demokrasi berjalan baik, membantah adanya tuduhan kecurangan dalam proses pemungutan hingga perhitungan suara.

"Ee oke baik saya kira itu ngga ada ya!  Terutama di tempat saya selama saya menjalankan tugas sebagai anggota KPPS. Itu kami menjalankan tugas sesuai dengan prosedur, jadi untuk kecurangan-kecurangan di tempat TPS saya bekerja itu tidak ada," terangnya.

Sementara di wilayah Lebak, Fachri Afrizal petugas KPPS di TPS 03 Kampung Warung, Desa Cileles, Kecamatan Cileles, mengaku kesal atas segala tuduhan kecurangan dalam pemungutan suara yang beredar di media sosial.

"Kecewa iya, saya juga sebagai mantan anggota KPPS kemarin ya terus saya juga kemarin terlibat sebagai admin sirekap. Ya Allah mas saya dari pagi mulai pelantikan apload  poto-poto mulai CH1 sampai hari  berikutnya yang sampai down terus upload lagi sampe berhasil, terus lihat postingan-postingan di medsos yang katanya ada kecurangan-kecurangan jadi saya kecewa, sedih, mara gitu loh mas? Jadi saya apa ya tolonglah masyarakat kalau ngga tau sistemnya jangan gampang statement yang   ngga menghargai kerja KPPS yang kerja sehari bahkan dua hari tiga hari loh! yang belum beres-beres tu," papar Fachri.

Fachri juga mengaku, jika dirinya sempat drop karena sejak hari pencoblosan hingga keesokan hari harinya tenaganya terus terkuras.

"Kebutulan kemarin saya juga sempat drop si tapi alhamdulillah demi kelancaran TPS nya juga ya teman-teman mau ngga mau harus di semangatin lagi, terus di kuatin sampe beres karna kalau ngga beres yang ada kasian juga teman-teman yang lain mas kalau ngga di beresin hari itu juga mas," ucapnya.

Curahatan hati petugas KPPS juga diutarakan Nia yang bertugas di TPS 07 Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Nia yang merupakan Ibu Rumah Tangga hingga rela menyisihkan waktu untuk keluarga, geram tudingan isu kecurangan beredar usai pencoblosan.

"Menurut saya pribadi kecewa, sedih mba ya apalagi, karena kan kita anggota KPPS ini kerjanya sudah dari pagi ketemu malam ketemu pagi lagi otomatis nguras tenaga nguras pikiran, dengan keadaan saya sebagai ibu rumah tangga juga kan? kita kerjaan banyak tapi kita fokuskan di pemilihan ini gitu," jelas Nia.

Senada, Aminullah petugas KPPS di TPS 05, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon mengaku kesal adanya tuduhan kecurangan.

"Ya sebagai anggota saya merasa sedih juga, kenapa? lantaran 1 orang yang bermain semuanya kena semua padahal cuman satu orang, ibaratnya gitu, saya juga sebagai anggota KPPS secara tidak langsung di tuduh seperti itu," jelas Aminullah.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait