Loading...

Tagihan Air Bersih Naik 2000 Persen Warga Tangerang Gigit Jari

Tagihan Air Bersih Naik 2000 Persen Warga Tangerang Gigit Jari
Ita Rosita, Menunjukkan Bukti Tagihan PDAM TKR @ Mimi
Reporter: Mimi | Editor: Tama

TitikKata.com - Sejumlah warga penghuni perumahan PWS di Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dibuat terkejut dengan munculnya tagihan penggunaan air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Trita Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang, membengkak hingga 2000 persen. 

Ita Rosita, warga perumahan tersebut mengaku terkejut ketika petugas minimarket menyebutkan nominal tagihan biaya penggunaan air untuk rumah tangganya yang membengkak hingga Rp4,5 juta. 

Padahal sebelum-sebelumnya Ita, mengaku setiap bulan hanya membayarkan tagihan air bersih di rumahnya hanya berkisar antara sebesar 150-250 ribu rupiah. 

"Pertama tahu tagihan sampai Rp4,5 juta ya kaget. Biasanya bayar air itu paling besar Rp250 ribu ini tagihan sampe Rp4,5 juta,” jelas Ibu penjual kue. 

Atas tagihan yang membengkak sebesar itu, dia kemudian mengajukan keluhan atas lonjakan tarif air bersih ke kantor PDAM di Cisoka. 

“Saya kesana ketemu sama Pak Ongke, katanya dapat dispensasi dua juta setengah, sisanya kita tetap bayar Rp2 juta yang penting bulan ini harus dibayarkan gitu," kata Ita ditemui, sambil membuat adonan kue di rumahnya. 

Ita mengaku, penggunaan air bersih di rumah tangganya juga tidak terlalu berlebih, apalagi distribusi air bersih ke rumahnya juga sering mengalami gangguan atau mati. 

”Selayaknya rumah tangga biasanya. Mencuci pakaian saja seminggu sekali. Kondisi air disini lebih banyak matinya daripada menyala. Sering menyala dua jam seterusnya itu setengah hari mati. Engga pernah menyala nonstop," ucap dia. 

Kejadian sama juga dirasakan Bernike Sitorus, yang mengalami masalah serupa dengan buruknya layanan kualitas air PDAM TKR. Sementara, tagihan penggunaan air membengkak.

"Engga punya duit, engga mungkin segitu. Kita pemakaiannya kadang nyuci air engga lancar. Pagi jam setengah 6 terkadang sudah mati, hidup lagi jam 10. Apalagi Sabtu dan Minggu, harusnya kita nyuci Sabtu sama Minggu, boro-boro air engga keluar pasti jam setengah 6 itu sudah mati," terang dia. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Pelanggan Perumdam TKR, Kabupaten Tangerang, melalui Yunis, Kasubag Humas mengatakan permasalah tersebut biasanya terjadi karena kelalaian pelanggan. Atas kondisi itu, pihaknya akan segera melakukan pengecekan. 

"Karena pemakaian pelanggan, mungkin itu terjadi kebocoran di dalam pipa. Jadi setelah dia makai ditutup kerannya. Tapi kalau water meternya itu masih muter begitu. Tapi nanti kita cek dul, kita telusuri fisik water meternya itu sesuai engga sama yang ditagihkan. Biasanya ada kubikasinya tuh. Kita nanti ada semacam keringanan lah buat masyarakat apa sih yang diringanin," ungkap Yunis, saat duhubungi via pesan WhatsApp, Rabu (8/2/2023).

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait