Pelanggan PAM Jaya Cempaka Putih Barat Keluhkan Tersendatnya Aliran Air Bersih
TitikKata.com-Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, tampak belum maksimal dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat DKI Jakarta secara menyeluruh. Baik dalam segi kualitas maupun kuantitas terhadap konsumen.
Ditemui TitikKata di kawasan Cempaka Putih Barat, pada Senin (8/1/24), Zainun sebagai pengguna air PAM, menyampaikan hal terkait.
“Matinya malam. Kayak air kencing keluarnya. Pelan banget. Entar Shubuh baru nyala. Jadi suka nampung gitu. Kalau enggak nampung, enggak ada airnya. Enggak keluar. Kadang suka butek. Ada keluar pasir dikit-dikit gitu. Ngendep di bawah pasir nya. Ada cacing juga kadang suka ketemu,” ujarnya.
Tidak jauh dari daerah tersebut, Arifin yang juga pengguna air PAM, jika air tidak mengalir 24 jam. Ada waktu-waktu tertentu seperti terjadwal.
“Ada waktu-waktu tertentu itu matinya. Kadang kalau pagi itu antara 06.30 sampai jam 09.00 itu kecil. Ada menetes. Ada yang mengalir tapi sedikit. Kecil. Tapi di atas jam 09.00 itu sampai jam 13.00 jam 14.00 itu baru kencang. Sore mati lagi sampai maghrib. Mentok-mentoknya itu nanti keluar jam 20.00. Terus jam 22.00 mati total. Jam 22.00 itu mati total. Jadi tidak normal. Cuma jam-jam tertentu itu yang airnya mengalirnya kencang,” ujar Arifin.
Adapun terkait tagihan, konsumen hanya diberitahukan nominal yang harus dibayarkan. Sedangkan untuk detail jumlah pemakaian air, tidak tertera pada tagihan.
“Enggak kelihatan. Enggak kelihatan sekarang. Cuma harga nya doang. Harga doang. Kubikan nya enggak kelihatan, nol. Petugasnya doang yang tahu. Kalau bayar mah nol kubikannya. Iya, terima harganya doang,” ujar Zainun.
Sebelumnya, TitikKata telah konfirmasi Senior Manager Corporate Communication & Office Director PAM JAYA, Gatra Vaganza terkait hal tersebut. Pada Selasa (10/10/23), di Grand Cempaka Resort & Convention, Bogor, Jawa Barat.
“Pada prinsipnya, pelanggan kami dapat mengakses tagihan mereka itu by call center maupun kantor-kantor pelayanan. Karena saat ini kami sudah menggunakan sistem Paperless, sehingga sifatnya sebelumnya berupa struk itu, memang saat ini arahnya lebih ke paperless”, ujarnya.
Namun, Gatra sampaikan jika ingin mengetahui kuantitas air yang digunakan, konsumen diharuskan untuk menghubungi PAM Jaya. Itupun jika dirasa anomali.
“Kalau sekarang untuk pembayaran tagihan di mitra itu memang tidak terlihat pemakaian ya, karena memang bukan itu. Itu tujuannya pembayaran. Kalau untuk saat ini memang bukan untuk pemeriksaan kuantitas air yang digunakan. Makanya memang saat ini di tempat-tempat pembayaran itu hanya terlihat nominal nya. Tapi untuk detailnya bisa langsung hubungi ke hotline ataupun kantor-kantor layanan. Jika memang dirasa terjadi anomali terhadap tagihan mereka”, tutupnya.
Berdasarkan keterangan tersebut, TitikKata telah lakukan pengecekan tagihan secara online di laman resmi PAM Jaya. Namun, itupun tidak tertera kubikasi pemakaian air pelanggan.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS