Loading...

Pendatang Tanpa Keahlian Terus Banjiri Jakarta, Penduduk Miskin Makin Bertambah

Pendatang Tanpa Keahlian Terus Banjiri Jakarta, Penduduk Miskin Makin Bertambah
Budi Awaludin Kadis Dukcapil DKI jakarta @ Travel
Reporter: Travel | Editor: Tama

TitikKata.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta, tengah memadankan data Badan Pusat Statistik (BPS), yang melansir kenaikan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Provinsi DKI Jakarta hingga 0,89 persen atau 95.668 jiwa. 

Kepala Disdukcapil DKI, Budi Awaludin, menerangkan data lansiran BPS per Maret tahun 2022 itu, saat ini tengah memadankan angka kemiskinan ekstrem tersebut. 

"Apakah penduduk ekstrim tersebut, mereka warga DKI atau bukan. BPS juga akan memberikan datanya kepada pemerintah propinsi DKI. Nanti akan difasilitasi, Dukcapil sedang bekerja, fokus dalam pemadanan penduduk ekstrim," ungkap dia di Balaikota DKI, Selasa (14/2/2023).

Budi juga menerangkan sejak tahun 2020 kemarin jumlah penduduk pendatang baru terus mengalami peningkatan hingga tahun 2022 kemarin. Dia mensiyalir kenaikan angka penduduk itu karena Jakarta mempunyai daya tarik bagi penduduk daerah untuk mengadu nasib.

Berdasarkan data yang dia berikan, kenaikan jumlah pendatang ke Jakarta dari tahun 2020 hingga 2021 sebanyak 18,55 persen, tahun 2021 ke 2022 sekitar 7,92 persen.

"Jumlah penduduk pendatang tahun 2020 sekitar 113.814 jiwa. Tahun 2021 sekitar 139.750 jiwa dan tahun 2022 sekitar 140.750 jiwa," ucap dia.

Menurutnya, hampir 75 persen penduduk yang datang ke Jakarta adalah mereka yang lulusan SMA sederajat ke bawah dan hampir 50 persen dari mereka tidak mempunyai ketrampilan.

"Ini yang harus dicermati dengan baik, ujar Budi Awaludin

Dia juga menegaskan menjelang lebaran tahun 2023 ini, DisDukcapil DKI akan terus melakukan pembinaan dan konsentrasi kepada penduduk pendatang yang datang ke DKI Jakarta, agar semuanya tertib administrasi. 

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait