Pengadaan Durian dan Kue Ulang Tahun di Banten Picu Kritik, Diduga Tak Prioritaskan Kepentingan Publik
Titikkata.com - Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fauzul mengkritik anggaran belanja durian hingga kue ulang tahun di Biro Umum Setda Provinsi Banten yang menghabiskan puluhan juta dari APBD 2026.
Paket pengadaan durian hingga kue ulang tahun itu dapat dilihat dari laman sirup.lkpp.go.id, dengan rincian belanja buah durian sebesar Rp18.480.000, kemudian kue ulang tahun total pagu anggaran senilai Rp33.030.000.
Menurut Fauzul, penggunaan anggaran tersebut terkesan menghambur-hamburkan APBD, karena tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat.
“Mencerminkan ketidak bijakan dalam penentuan prioritas yang baik ditengah kesejahteraan masyarakat Banten masih terpuruk kesulitan dibidang ekonomis, pemerintahnya malah mengahmbur-hamburkan anggaran,” ucap Fauzul kepada TitikKata, pada Selasa (7/4/2026).
“Coba saja jika anggaran tersebut dijadikan suatu program untuk masyarakat. Kan bisa saja, tanpa harus mengahmbur-hamburkan anggaran yang fantastis,” sambung dia.
Selain kue ulang tahun, Fauzul juga merasa heran dengan anggaran belanja durian yang mencapai Rp18 juta.
Dia menduga, ada kepentingan pribadi dibalik pengadaan tersebut.
“Apakah durian itu menjadi Lumbung persedian makanan para pejabat dalam jangka panjang? Beli duriannya sebagai bentuk pengikatan UMKM kecil atau hanya sebatas transaksi kecil yang di lakukan segelentir orang yang ingin mengrocek keuntungan dengan dalih kepentingan pemerintah,” tegasnya.
Sebab itu, Fauzul mendesak Gubernur untuk mengevaluasi pengadaan yang tidak rasional dan berdampak langsung kepada masyarakat.
“Kepala daerah harus memberikan evaluasi dan sanksi tegas bagi OPD-OPD yang menghamburkan anggaran bukan pada penunjang pembangunan banten. Ternyata banyaknya pelantikan seremonial tidak mencerminkan tubuh pemerintah yang baik dalam berprilaku dan bijak dalam menggunakan angaran,” pungkasnya.
Sementara, Titikkata telah berulang kali mengonfirmasi Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Ali Hanafiah via WhatsApp, namun hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan tak kunjung memberikan merespon.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS