Petani di Banten Terancam Gagal Panen Massal Akibat Serangan Hama: DPRD Desak Distan Bertindak Cepat
Titikkata.com - Ancaman gagal panen besar-besaran menghantui petani di wilayah Banten Selatan, terutama di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Serangan hama yang semakin tak terkendali membuat tanaman rusak parah dan mengancam mata pencaharian petani lokal.
Ketua Komisi II DPRD Banten, Iip Makmur, angkat suara terkait situasi yang kian memprihatinkan tersebut.
Ia mendesak Dinas Pertanian Provinsi Banten untuk segera bergerak cepat mengambil tindakan nyata sebelum kondisi makin parah.
“Saat kami turun ke lapangan, persoalan yang paling mencolok adalah serangan hama. Mulai dari babi hutan, monyet, hingga tikus yang merusak tanaman petani,” kata Iip Makmur saat ditemui di Gedung DPRD Banten, Rabu (1/10/2025).
Menurut Iip, penyebab meningkatnya gangguan hama bisa jadi terkait dengan aktivitas pembukaan lahan oleh industri yang menyebabkan habitat satwa liar terganggu dan akhirnya menyerbu lahan pertanian warga.
“Saya, insyaAllah, melalui Komisi II akan segera berkoordinasi dengan mitra terkait, khususnya Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten. Dinas jangan hanya menunggu dana APBD turun. Perlu aksi cepat seperti edukasi ke petani, gotong royong dengan masyarakat, dan langkah antisipasi lainnya,” tegasnya.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam ketika petani mengalami kerugian atau gagal panen.
“Kita mendapat laporan bahwa di beberapa wilayah selatan, tanaman padi habis diserang hama. Ini bukan persoalan sepele. Ada yang diserang monyet, babi hutan, bahkan tikus secara bersamaan,” ungkapnya prihatin.
Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak serius pada ketahanan pangan lokal jika tidak segera ditangani.
DPRD Banten pun mendorong agar solusi konkret segera diberikan untuk menyelamatkan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan di Banten.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS