Loading...

PGN Saka Bangun “Kampung Bandeng” di Gresik: Perempuan Pesisir Jadi Motor Ekonomi Desa

PGN Saka Bangun “Kampung Bandeng” di Gresik: Perempuan Pesisir Jadi Motor Ekonomi Desa
PGN Saka, anak perusahaan dari Subholding Gas Pertamina, terus melanjutkan komitmennya untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. Foto: Istimewa
Reporter: Redaksi | Editor: Lani

Titikkata.com - Sebuah gerakan nyata muncul dari wilayah pesisir Ujungpangkah, Gresik. Lewat sinergi antara perusahaan migas nasional dan komunitas lokal, pemberdayaan perempuan menjadi ujung tombak kebangkitan ekonomi desa.

PGN Saka, anak perusahaan dari Subholding Gas Pertamina, terus melanjutkan komitmennya untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Melalui dukungannya terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada di bawah naungan BUMDes Pangkahwetan, PGN Saka membuka jalan bagi masyarakat desa khususnya kaum perempuan untuk menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi.

Inisiatif koperasi ini merupakan bagian dari program nasional yang diluncurkan oleh Presiden RI dengan target membentuk 80.000 koperasi di desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Perempuan Pesisir Ujungpangkah Jadi Pelaku Usaha Mandiri

Lewat Program Pengembangan Masyarakat (PPM), PGN Saka fokus pada pemberdayaan perempuan melalui pembentukan kelompok usaha pengolahan dan pemasaran hasil laut (POKLAHSAR).

Di Desa Pangkahwetan, terdapat dua kelompok utama: Mekar Sari dan D’Krobyokan, yang aktif mengolah hasil tangkapan laut menjadi produk bernilai tambah seperti bandeng presto, abon ikan, hingga keripik pisang dari sektor pertanian lokal.

Dukungan PGN Saka tak sebatas pelatihan. Perusahaan ini juga menyediakan bantuan peralatan

produksi, kemasan, hingga strategi pemasaran. Hasilnya? Produk-produk lokal kini dipasarkan lewat PeWe Mart, yang sekaligus menjadi pusat penjualan dan gerai sembako milik KDMP. Usaha ini pun dijalankan oleh para anggota POKLAHSAR sendiri.

Desa Pangkahwetan Raih Penghargaan, Dikenal sebagai “Kampung Bandeng”

Transformasi ekonomi di desa ini bukan sekadar wacana. Pada tahun 2024, Desa Pangkahwetan berhasil meraih Nawakarsa Award sebagai Desa Terbaik, berkat keberhasilan program pemberdayaan ini.

Bahkan kini, desa tersebut dikenal luas sebagai “Kampung Bandeng”, simbol dari kemajuan ekonomi lokal berbasis potensi laut.

“Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, adalah kunci utama dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa,” ujar Purwanto Nugroho, Stakeholder Relations Manager PGN Saka.

Kolaborasi Perusahaan, Pemerintah, dan Warga

Peluncuran resmi KDMP di bulan Juli lalu dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, perangkat desa, serta jajaran Forkopimda.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa kemajuan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri—harus ada dukungan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

Langkah PGN Saka di Gresik membuktikan bahwa pembangunan ekonomi desa bisa dimulai dari hal sederhana yakni memberdayakan perempuan, mengolah potensi lokal, dan menggerakkan roda usaha mikro. 

Inisiatif ini tak hanya memperkuat ketahanan ekonomi lokal, tapi juga menjadi contoh konkret pembangunan berbasis komunitas yang harmonis dan berkelanjutan.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait