Pj Gubernur DKI : Lahan Kosong Tiap Kantor Pemerintahan Harus Dimanfaatkan
TitikKata.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, mengimbau, seluruh kantor pemerintahan di DKI manfaatkan serta mendayagunakan ruang kosong yang ada. Salah satunya untuk program ketahanan pangan lewat budidaya ikan dan tanaman hidroponik.
Terkait itu, Heru sempat mengapresiasi Program Ketahanan Pangan Kota Administrasi Jakarta Selatan. Dimana program demikian sudah banyak yang diterapkan hingga ke tingkat lingkungan.
Ia termotivasi pula menularkan program ketahanan pangan di tiap kantor pemerintahan dibawah naungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah melihat apa yang sudah berjalan di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pada bagian belakang, tertata rapi sejumlah kolam bioflok yang berisi ikan nila siap panen.
"Saya berharap kegiatan yang sangat positif ini terus dilanjutkan, sehingga lahan-lahan yang ada di setiap kantor pemerintah bisa lebih bermanfaat," ungkap Heru, Sabtu (28/1/2023).
Selain budidaya ikan, di area kantor Kecamatan Jagakarsa juga terlihat sejumlah tanaman hidroponik. Tanaman tersebut seperti jenis terong, cabai, pakcoy, anggur, hingga melon.
"Pemanfaatan lahan kosong di kantor Kecamatan Jagakarsa bisa jadi 'role model' bagi kantor-kantor lain," kata Heru.
Di tempat yang sama, Camat Santoso mengutarakan, di kantor Kecamatan Jagakarsa pada pekan ini merupakan kali pertama panen ikan nila dari Program Ketahanan Pangan yang dijalankan oleh seluruh unsur kecamatan setempat. Dimana didapat sebanyak 4 ton ikan yang dipanen.
"Harapan kami, kegiatan ini bisa terus berkembang, sehingga ketahanan pangan masyarakat bisa meningkat," ujarnya
Dari panen ikan maupun sayuran yang didapat, hasilnya dibagikan kepada masyarakat. Disamping ada pula Komunitas Peduli Stunting sebagai kelompok relawan yang berupaya membantu peningkatan gizi masyarakat.
"Kita juga lakukan pembinaan kelompok masyarakat di masing-masing lingkungan. Hasilnya kita bagikan. Sebagian lagi dijual agar budidaya ikan nila ini bisa terus berkelanjutan, karena nanti uang dari hasil penjualan kita belanjakan lagi bibit ikan dan biaya pakan selama tiga bulan," papar Santoso.
Sementara, penggagas Program Ketahanan Pangan Kota Jakarta Selatan, Nanto Dwi Subekti, ada sebanyak 8 kolam ikan nila yang dikembangkan di belakang Kantor Kecamatan Jagakarsa saat ini. Masing-masing kolam, dijelaskannya ditanam sebanyak 50 kilogram benih ikan nila berusia dua pekan.
"Disini sebelum dibangun kolam cuma tanah kosong. Dulu berantakan sama sampah, belum lagi banyak tikus. Sekarang kan jadi bersih dan ada hasilnya," cerita Nanto sembari menunjuk ke arah kolam bioflok di belakang kantor kecamatan.
Benih ikan yang diperoleh dari Subang, Jawa Barat itu katanya dapat dipanen dalam waktu tiga bulan dengan teknik bioflok.
"Jadi total panen hari ini ada 4 ton, ikan ini hasil dari budidaya temen-temen Satpol PP Kecamatan Jagakarsa selama tiga bulan. Mudah-mudahan hasil panen ini bisa bermanfaat bagi para ASN maupun masyarakat di lingkungan Kecamatan Jagakarsa," terangnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS