Pj Heru Budi Sebut Warga Nyaman Tinggali Rusun Nagrak, Warga: Justru Kami Tersiksa
TitikKata.com-Warga eks Kampung Bayam yang saat ini menempati rusun Nagrak, Jakarta Utara membantah pernyataan Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono yang mengklaim mereka telah hidup nyaman di rusun tersebut.
Ditemui TitikKata, di lantai 13 Tower 3 Rusun Nagrak, Minggu (28/1/2024), salah satu warga eks Kampung Bayam Shirley (41) menanggapi hal terkait.
"Nyamannya versi siapa nih, versi warga atau versi PJ? Kalau Pak PJ mungkin hanya melihat kita sebentar doang cuma berapa menit ya nyaman, tetapi kami yang merasakan sudah 4 bulan yang nyamannya di mana ketika kami harus pontang-panting kemana-mana akses kami jauh, oke memang ada Jak Lingko tapi waktu dan jarak ini loh yang bikin kita susah," katanya.
Selain itu, menurut Shirley rusun Nagrak tidak ramah dan aman untuk anak-anak warga eks Kampung Bayam.
"Kalau untuk ramah anak kalau kami dari kampung bayang merasakan itu tidak ramah anak karena apa, selama kami tinggal di tenda berbulan-bulan kami tidak pernah mengalami anak kami itu semacam pencabulan tetapi ketika kami kemarin Desember kemarin terjadi kepada salah satu anak kami ada yang terkena pencabulan di sini. Di daerah sini dibawa yang biasa tempatnya mereka harusnya bermain. Jadi anak-anak sampai sekarang kita jaga-jaga untuk antisipasinya saya juga sebagai di sini saya pantau anak-anak saya bilang mainnya di sini aja, jangan sampai ke bawah," katanya.
Sementara itu, warga lainnya Refly Lingkong (58), mengaku tersiksa tinggal di rusun Nagrak.
"Yang mengenai Heru bilang bahwa kami ini hidup enak disini, dalam situasi bangunan ini siapa sih yang gak mau bilang hampir sempurna tetapi orang yang tinggal disini tidak sempurna merasakannya. Sebab yang diutamakan dalam kehidupan ini adalah nafkah kehidupan, kita mencari nafkah kehidupan begitu jauh jangkauannya disini kerja apa, mau usaha apa. Kita tidak bisa berbuat apa-apa disini. Ini kayak kita ini dipanggang, kita tersiksa tinggal disini. Tapi mereka gak mau tau, yang penting kita udah dipindahkan ke sini. Dan pak heru pernah bilang bahwa udah selesai mereka udah pindah kesini, belum selesai. Ini bicara nasib kita, berbicara masalah makan, berbicara masalah anak-anak tidak tercukupi malahan bukan hanya tidak tercukupi kami tidak mempunyai apa-apa. Sebab banyak teman-teman kami yang tidak bekerja lagi karena dipecat terlalu jauh di bekerja. Kami mohon perhatian dari pak Heru jangan hanya oh nanti akan diberikan lapak, belum tentu siapa yang mau beli nanti kalau semua jualan. Kita mau pak Heru berfikir yang jernih mengenai keadaan kita disini, jangan hanya mengeluarkan statment-statment kosong yang belum menghasilkan," katanya.
Untuk diketahui, terdapat 35 Kartu Kerluarga warga eks Kampung Bayam yang menempati rusun Nagrak. Mereka menempati 4 lantai di Tower 3 rusun Nagrak yaitu lantai 12, 13, 14 dan 15.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS