Polda Banten Periksa 17 Saksi Dugaan Kebocoran Gas PT Chandra Asri Pasific
TitikKata.com-Sebanyak 17 saksi diperiksa Polda Banten, terkait kegagalan pembakaran gas yang dibuang melalui cerobong asap di PT Chandra Asri Pasific.
Kabid Humas Polda Banten, Kompol Didik Hariyanto kepada TitikKata, Senin (22/1/2024) mengatakan, pihaknya tengah memeriksa saksi dari masyarakat maupun PT Chandra Asri Pasific.
"Tim sedang berjalan, penyidik saat ini sedang memeriksa 10 dari masyarakat yang terdampak dan ada 7 orang dari manajemen PT Chandra Asri. Jadi saat ini ada pemeriksaan, hasilnya nanti kita sampaikan. Jadi warga yang terdampak, termasuk ada dari tiga yang dirawat di rumah sakit. Jadi kita tanyain terkaitketerangan saksi," katanya di Polres Cilegon.
Sementara itu, Direktur Legal, External Affairs dan Circular Economy PT Chandra Asri Pasific, Edi Rivai, mengaku pihaknya bertanggung jawab penuh atas insiden yang merugikan masyarakat sekitar.
"Kita akan inspeksi semuanya dengan baik. Jadi pasti kita akan lakukan terbaik mulai dari pengecekan total di unit memastikan semuanya aman. Kita sudah berkordinasi dengan pak Wali (Kota Cilegon) kemudian kepala dinas kesehatan untuk kawan-kawan bapak ibu sekalian memeriksa Puskesmas terkait," ujarnya.
Edi mengklaim, sejumlah korban atas insiden kebocoran gas ini telah pulang ke kediamannya masing-masing dalam kondisi aman.
"Dari Polda (Banten) sudah dapat dari rekapan yah dari Puskesmas. Dan kita pantau dan obati dengan baik, kondisinya semua baik-baik saja sudah pada pulang juga. Kemarin kita sudah visit juga ke pasien, dan ya Alhamdulillah sudah pada sehat. Masih berhenti, pasti dong. Pastikan kesehatan, keselamatan buat karyawan dan masyarakat semua," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun Titik Kata, jumlah korban atas insiden kegagalan pembakaran gas PT Chandra Asri Pasific yang sedang dirawat di sejumlah Puskesmas Kota Cilegon sebanyak 406 dewasa dan 75 orang anak-anak.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS