Potret Suram Sekolah Negeri di Kabupaten Tangerang, KBM Menumpang Sampai Proyek Pembangunan Bermasalah
TitikKata.com-Tiga proyek pembangunan unit sekolah baru di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) karena tidak sesuai spesifikasi, kekurangan volume, pemasangan unit hingga kekurangan luasan.
Hal itu diketahui berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Tahun 2022 Nomor nomor 24.A/LHP/XVIII.SRG/05/2023, tiga sekolah itu yakni SMP Negeri 3 Sepatan Timur, SMP Negeri 5 Curug dan SMP Negeri 7 Pasar Kemis.
Ditelusuri lebih jauh, dua dari tiga sekolah yaitu SMPN 5 Curug dan SMPN 3 Sepatan Timur kembali dilanjutkan pembangunannya. Dimana untuk SMPN 3 Sepatan Timur menelan anggaran sebesar Rp.4.852.375.529,46 dan SMPN 5 Curug Rp.4.285. 979.000,00
Kondisi tersebut tampak menjadi sebuah ironi. Sebab hingga saat ini, SMPN 3 Sepatan Timur dan SMPN 5 Curug bertahun-tahun belum memiliki gedung sekolah sendiri dan harus rela menumpang belajar disekolah terdekat.
Ditemui TitikKata di SMPN 2 Curug tempat sekolah mereka menumpang, Kamis (3/8/2023), siswa SMPN 5 Curug, Ikrim dan Aisyah berharap, gedung baru dapat segera dibangun dan bisa digunakan.
"Kalau boleh jujur sedih si ka, apalagi sering sindir-sindiran. Suka salah paham gitu antar sekolah apalagi antar kelas. Mungkin karena jam belajarnya juga ka kurang efektif, kita masuk jam setengah dua tu baru mulai, kita baru pulang jam setengah 6 itu belum yang lainnya. Apalagi bisa sampe jam setengah 7 biasanya sampe rumah," ujarnya.
"Ya semoga proses pembangunannya cepet jadi dan ngga ada halangan si ka," sambungnya.
Senada, kepada TitikKata di ruang kerjanya, Senin (31/7/2023) Kepala SMPN 3 Sepatan Timur, Nasrudin mengatakan, pihaknya menerapkan sistem sekolah dua shift karena minimnya fasilitas ditengah jumlah siswa yang kini mencapai 635 orang.
“Terhitung dari sejarahnya sih dari tahun 2012, di depan itu ada batu tulisan program satu atap, nah tahun 2012 menumpang sampai sekarang. Berarti berapa tahun itu? 11 tahun. Kita numpang di SD Kampung Kelor 1, mungkin yang saya tumpangin juga udah bosen kali. Karena secara tidak langsung dia kan terganggu juga,” ujarnya.
Lebih lanjut, jelas Nasrudin, dirinya sedang menunggu gedung sekolah baru yang dibangun oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang yang sudah dimulai sejak tahun 2022.
“Antusiasnya sangat tinggi, saya baru dapat kabar mau dibangun saja teriak semua temen-temen saya, guru-guru saya. Pak kapan pindahnya? Insyallah mudah-mudahan 2024 kita bisa pindah, menurut pemborong dapat tender 4 bulan terhitung Juli dengan 10 lokal, tapi kan tidak mungkin paling tidak 6 bulan, jadi Januari perkirakan semoga bisa pindah,” ujarnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS