Loading...

Soal Pembangunan SMPN 25 Kota Tangsel, yang Nolak Dikit yang Dukung Banyak

Soal Pembangunan SMPN 25 Kota Tangsel, yang Nolak Dikit yang Dukung Banyak
Sosialisasi pembangunan gedung SMPN 25 Kota Tangsel ke warga Bukit Nusa Indah. Foto: Istimewa
Reporter: Redaksi | Editor: Lani

Titikkata.com - Belum ada bel masuk, belum ada murid berlarian di halaman, bahkan gedungnya pun belum berdiri. Namun, rencana pembangunan gedung SMP Negeri 25 di Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Ciputat, sudah lebih dulu memunculkan polemik.

Upaya untuk mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak justru terhambat dua kubu. Kubu menolak dan kubu mendukung.

Sebagian warga menolak pembangunan tersebut dengan alasan akan terganggu lalu lintas dan memunculkan dampak lingkungan, seolah yang dibangun merupakan tempat 'maksiat' hingga warga RW 16 keras menolak.

Menariknya, di tengah penolakan tersebut, suara berbeda justru datang dari warga di lingkungan lainnya. Para orang tua murid hingga warga dari RW 13, RW 14, RW 15, dan RW 17 menyatakan dukungan terhadap pembangunan sekolah tersebut.

Bagi kelompok warga yang mendukung, keberadaan SMPN 25 justru dinilai sebagai solusi pendidikan yang selama ini dibutuhkan.

Sekolah yang berada lebih dekat dengan permukiman dianggap dapat memudahkan anak-anak menempuh pendidikan tanpa harus pergi terlalu jauh.

Murni, salah satu warga sekitar, meminta agar kepentingan pendidikan anak tidak dikalahkan oleh kepentingan kelompok tertentu.

"Jangan mementingkan ego sendiri, justru kita para orang mendukung penuh atas pembangunan sekolah itu, karena lebih dekat," ucap Murni, salah satu warga sekitar, Minggu (06/09/2026).

Dukungan tersebut bahkan disebut datang dari mayoritas warga di kawasan Perumahan Bukit Nusa Indah.

Warga RW 13, RW 14, RW 15, dan RW 17 disebut sepakat mendukung pembangunan gedung SMPN 25 Kota Tangsel.

Kondisi itu membuat aksi penolakan terhadap pembangunan sekolah menjadi sesuatu yang disayangkan oleh warga pendukung proyek.

"Banyak Warga Bukit Nusa Indah dukung dibangun sekolah, anak kita butuh sekolah dekat, kita sangat menyayangkan aksi penolakan itu," ujar Ketua RW 17, Yanofri.

Yanofri menilai pembangunan sekolah semestinya dilihat dari kepentingan pendidikan bersama, bukan semata-mata kepentingan kelompok tertentu.

Menurut dia, apabila pembangunan gedung sekolah batal hanya karena perbedaan kepentingan, kebutuhan pendidikan anak-anak justru berpotensi menjadi pihak yang paling dirugikan.

Karena itu, warga yang mendukung pembangunan SMPN 25 berencana menunjukkan sikap mereka secara terbuka.

Dukungan tersebut akan dituangkan melalui pemasangan spanduk di sepanjang kawasan Perumahan Bukit Nusa Indah.

"Nanti kita akan pasang spanduk, bentuk dukungan ini untuk kepentingan pendidikan anak-anak kita bersama, jangan mementingkan ego sektoral, menimbang lokasinya nanti sangat dekat," tegasnya.

Dukungan serupa juga disampaikan warga di lingkungan RW 14 Perumahan Bukit Nusa Indah.

Mereka menyatakan komitmen untuk mengawal pembangunan gedung SMPN 25 hingga selesai.

Bagi warga RW 14, keberadaan sekolah tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi akses pendidikan.

Kehadiran fasilitas pendidikan tersebut juga dinilai dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Kami menilai pentingnya pembangunan gedung sekolah SMPN 25 di kawasan Perumahan Bukit Nusa Indah. Selain aksesnya dekat, juga dapat memicu pertumbuhan ekonomi warga sekitar," tandas mereka.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait