Stok Aman, Harga Beras di DKI Jakarta Turun Jelang Ramadan
TitikKata.com - Pasokan beras Bulog dan program pangan bersubsidi yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masih terus berjalan. Hal tersebut membuat pasokan dan beras di wilayah Ibu Kota Jakarta, terkendali.
"Sudah dua minggu yang lalu harga beras turun 200 rupiah dari harga 10.375 rupiah, sedangkan di daerah, beras mencapai harga 12.000 sampai 13.000 rupiah. Kita mendatangkan beras langsung dari Sumatera Selatan yang didamping oleh Menteri Pertanian," jelas Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Jakarta, di gedung DPRD Jakarta. Rabu (8/2/2023).
Lebih lanjut Pamrihadi mengatakan, stok beras sampai bulan Ramadan lebih dari cukup, karena stok beras di Pasar Induk Cipinang sudah mencapai angka di atas 15.000 ton. Sementara food station sendiri memiliki stok beras 6.000 ton dan bulog ada 40.000 ton. Ditambah lagi beras yang akan masuk dari kapal ke Pasar Induk Cipinang.
Pamrihadi menjelaskan, pada pertengahan bulan Maret, panen raya akan lebih cepat. Jadi sebelum Ramadan stok mulai kembali lagi, dan harga beras akan turun.
Ia menambahkab kebutuhan beras di DKI tidak terlalu bergejolak tinggi, karena berdasarkan trendnya kebutuhan beras masyarakat menurun.
"Biasanya di bulan puasa kebutuhan beras orang-orang berkurang, karena makannya hanya sahur dan berbuka, biasanya 3 kali makan. Sedangkan untuk komoditas lainnya seperti telur, ayam, daging meningkat," ungkapnya.
Untuk diketahui, Dirut Food Station bersama dengan Dirut Bulog akan segera melakukan kunjungan dan menyaksikan langsung pengiriman beras dari kapal untuk disimpan di gudang Food Station. Sekaligus melihat pendistribusiannya kepada masyarakat, pedagang pasar urunan yang dilakukan Pasar Induk.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS