Loading...

Susahnya Mendapat Air Bersih di Jakarta

Susahnya Mendapat Air Bersih di Jakarta
Reporter: Fifi | Editor: Tama

Titikkata.com - Lembaga pemantau pembiayaan untuk pembangunan dan perubahan iklim, Aksi! for gender, social and ecological justice, menyoroti soal permasalahan air bersih di wilayah DKI Jakarta.

Ditemui TitikKata pada acara dialog di Jakarta Utara, Selasa (11/6/2024), Pewakilan Aksi! for gender, social and ecological justice, Risma Umar menjelaskan asal mula adanya permasalahan air di Jakarta.

"Ini persoalan air terjadi pada tahun 1997 ketika pemerintah menyerahkan pengelolaan air ke perusahaan asing, yaitu Airtra dengan Palija. Sebelum tahun 2000 tepatnya 1999 dan 1998 itu rakyat sudah berteriak, masyarakat kelas bawa sudah berteriak karena yang menikmati memanfaatkan air bersih adalah hanya yang punya duit, sementara yang tidak punya duit tidak bisa mendapatkan akses air. Karena air yang sejatinya adalah hak sudah dikelola oleh dua perusahaan asing. Tahun 2013 sampai 2017 warga Jakarta  menggugat dua perusahaan ini dan dimenangkan oleh rakyat. Dan keputusan pengadilan menyatakan pemerintah gagal memenuhi hak warga negaranya untuk mendapatkan air bersih, dua perusahaan itu gagal memenuhi kewajibannya, dan dinyatakan bersalah. Itu keputusan pengadilan negeri Jakarta," katanya.

"Sampai hari ini keputusan itu tidak ditegakkan, sampai hari ini dua perusahaan itu masih memegang kendali kuasa air di jakarta. Akibatnya yang tadi pipa ada tapi busuk, air yang idak bisa diakes, mahal, daerah yang susah di jangkau itu semakin sulit  dan macam-macam," tambahnya.

Risma kemudian mempertanyakan peran pemerintah yang kerap mengalami pergantian, namun permasalan air di Jakarta tak kunjung terselesaikan.

"Jadi persoalan serius di Jakarta ini adalah persoalan rakyat kelas bawa itu sama sekali tidak bisa mendapatkan air bersih, dan oleh keputusan pengadilan tidak di tidak lanjuti oleh pemerintah  DKI sejak 2017 sampai sekarang. Dan kedua perusahaan yang dinyatakan tidak memenuhi kewajibannya juga dibiarkan begitu saja. Pergantian pemerintah sudah berapa kali itu kemana aja," ucapnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait