Tahun 2024 Warga Berharap Sikap Tegas Pemerintah Tentang Pencemaran Sungai Ciujung
TitikKata.com-Kondisi Sungai Ciujung yang menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap diduga tercemar limbah perusahaan terus dikeluhkan masyarakat.
Aliran sungai Ciujung yang tercemar limbah melewati Kecamatan Kragilan, Lebak Wangi, Carenang, Tanara, Tirtayasa diharapkan masyarakat adanya sikap tegas pemerintah.
Hal itu dikatakan, M. Umar (28), seorang warga Lebak Wangi, Kabupaten Serang kepada titikkata.
"Itu mungkin penyebabnya dari PT. Indah Kiat Pulp dan Paper ya, mungkin semua orang juga sudah pada tahu mulai dari pengeluaran asal usul limbah itu keluar sampai dampaknya juga keluar bukan rahasia umum lagi yah. Ya mungkin ada sebagian orang yang menutupi, makanya kita tujuan masyarakat itu mencari keadilan, kok pihak terkait itu tidak ada kelanjutannya, dalam arti tidak ada kan udah kelihatan dengan mata tapi tidak ada tanggapannya," ujar Umar kepada Titikkata di kediamannya, Kecamatan Lebak Wangi, Selasa (2/01/2024).
Dikatakan Umar, pencemaran sungai ciujung yang tercemar seakan-akan dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan apapun oleh pihak terkait dan menimbulkan pertanyaan masyarakat.
"Ya masyarakat bisa dikatakan menjerit mah menjerit, kalau musim hujan sih kita ya engga terlalu memikirkan soalnya kali ciujung itu setahu saya kalau musim panas (Kemarau) itu hitam semua sedangkan pas musim kemarau itu masyarakat kan sedang membutuhkan air. Giliran masyarakat membutuhkan air, mata air yang gede, khususnya kali ciujung kan kali gede ya itu kan kali nya hitam. Jangankan buat mandi orang cuci tangan ajah gatal bahkan di media sudah ramai ikan juga pada mati itu kan istilahnya bukan lagi bahasa fitnah lagi udah ada faktanya seperti itu bahkan di media juga sudah banyak pemberitaannya. Cuman pertanyaan saya sebagai masyarakat kecil itu orang-orang terkait kenapa diam ajah khususnya untuk wilayah serang kaya bupati, gubernur dan lain-lain ya istilahnya perangkat wakil rakyat gitu loh. Padahal udah mutlak masyarakat banyak yang menjerit tapi kan sampai sekarang tidak ada tindak lanjut," ungkapnya.
Umar juga menuturkan, masyarakat selalu menjerit kesulitan mendapatkan sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
"Ya harapan masyarakat itu ada keadilan lah untuk masyarakat entah itu dari perusahaan yang buang limbah ke kali atau pun ya dari pemerintah dalam arti tindak tegas nya pemerintah itu sebagai pengayom masyarakat itu mana? Kalau kita sebagai masyarakat kecil kan tidak bisa mendobrak cuman bisa bicara doang tidak ada kewenangan, yang punya wewenang itu pada kemana pertanyaan masyarakat itu doang," katanya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS