Loading...

Teriak Tak Bisa Melaut Dinas Kelautan dan Perikanan Banten Janjikan Bantuan Bagi Nelayan

Teriak Tak Bisa Melaut Dinas Kelautan dan Perikanan Banten Janjikan Bantuan Bagi Nelayan
Nelayan lokal Karangantu, Kota Serang @ Azzam
Reporter: M.Jen | Editor: Tama

TitikKata.com - Nelayan di perairan Banten, terpaksa beralih profesi dan memilih untuk tidak pergi mencari ikan akibat kerap mengalami kerugian, sebab kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, Eli Susiyanti memastikan pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk memberikan bantuan sosial kepada para nelayan yang terdampak cuaca esktrem di Banten.

Selain itu, Pihaknya juga akan menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEF) bagi masyarakat pesisir dan nelayan yang memiliki usaha di bidang tersebut.

"Ada beberapa bantuan 10 kilogram beras, kemudian bantuan alat tangkap kepada nelayan ada 10 koperasi yang kita berikan," ujar Eli kepada TitikKata di Kota Serang, Senin (6/3/2023).

Dia menuturkan, bantuan alat tangkap dianggaran sebesar 900 juta lebih untuk koperasi nelayan Banten. Setiap koperasi nantinya akan mendapatkan sekitar 90  juta lebih.

"Prosesnya masih pada tahapan lelang," ungkap dia.

Sebelumnya, Darna (40) nelayan lokal Karangantu, Kota Serang, menceritakan pihaknya sudah empat bulan tidak melaut akibat cuaca buruk. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Ia terpaksa harus berutang dan beralih pekerjaan.

"Jarang ada yang melaut, kemaren juga nggak ada yang keluar, ombaknya tinggi, semuanya pada ngeluh, pendapatan paling 50-70 kg sekali melaut," katanya.

Dia mengaku, hasil tangkap di perairan Banten, tidak menentu sehingga jika ingin mendapatkan ikan hasrus melaut ke perairan Lampung.

"Pada lari ke Lampung pendapatan lumayan di sana, disini lagi sepi, penghasilan lagi sepi," ungkapnya.

Selama tidak melaut, Darna bersama nelayan lainnya hanya bisa memperbaiki kapal yang rusak. Dia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada para nelayan.

"Namanya juga di laut, kita menanam enggak, ya risikonya cuaca, kapau cuaca bagus penghasilannya bagus. Harga segitu-gitu saja nggak pernah ada kenaikan. Kita beli BBM naik, kebutuhan sehari-hari naik, makin sengsara saja," pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait