Loading...

Tim Banggar DPRD Banten Mengaku Kecolongan Pengadaan Mobil Ambulans Pajero Sport

Tim Banggar DPRD Banten Mengaku Kecolongan Pengadaan Mobil Ambulans Pajero Sport
Ambulans Pajero Sport di area gedung DPRD Provinsi Banten. M.Jen
Reporter: M.Jen | Editor: Tama

TitikKata.com-Adalah Gembong R Sumedi, satu dari 85 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, yang akhirnya berani untuk bersuara perihal pembelian mobil ambulans mewah jenis Pajero Sport di wilayah kerjanya.

Anggota Fraksi PKS itu menyesalkan pembelian ambulans yang kini ramai jadi bulan-bulanan opini publik. petinggi partai Keadilan Sejahtera Banten itu menilai ambulans Pajero Sport berlebihan, pemborosan anggaran, dan tidak sesuai kebutuhan.

Dengan tegas, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Banten itu mengatakan, pengadaan ambulans Pajero Sport sama saja dengan melukai hati rakyat, kepada TitikKata saat ditemui di kantor DPW PKS Banten, Jalan KH. Abd. Fatah Hasan Kota Serang, Selasa (6/7/2023).

“Saya menyesalkan dengan adanya ambulans berjenis Pajero di tengah sebagian saudara-saudara kita, masyarakat kita. Jangankan untuk ambulans standar, bahkan mereka menandu pasien (masyarakat)  ke rumah sakit, karena memang ketiadaan sarana dan prasarana,” ujar Gembong kepada TitikKata di kantor DPW PKS Banten, Kota Serang, Selasa (6/6).

Pria yang memantapkan diri akan maju sebagai kandidat calon Gubernur Banten yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banten merasa kecolongan, karena tidak mengtahui pengadaan ambulans justru yang dibeli berjenis Pajero Sport.

“Jadi kalau bicara terkait spesifikasi kendaraaan ambulans itu memang sepenuhnya menjadi kewenangan Sekretariat DPRD. Tetapi ketika kita melihat spesifikasi jenisnya adalah jenis kendaraan mewah, saya pikir terlalu berlebihan lah,” terangnya.

Menurut dia, pengadaan ambulans Pajero Sport  tidak tepat, masih banyak cara lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan gawat darurat di Sekretariat DPRD.

“Ya standar saja lah, artinya kita juga melihat kondisi perekonomian dan perlu diingat juga Anggara kan di Provinsi Banten juga bukan anggaran berlebih, kita juga masih membutuhkan untuk pos-pos  anggaran yang lain,” kata Gembong.

“Kendaraan ini kan melambangkan kendaraan kemewahan yah. Jadi saya pikir ngga peru lah yang harus berjenis seperti itu, cukup standar Innova atau mungkin dibawahnya sedikit Suzuki APV,” sambung dia.

Simak Video: Anggaran Pengadaan Tanah Pemprov DKI Rp1,9 Triliun Belum Jelas, Ini Kata Sekda


Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait