Triwulan Pertama 2023 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Pandeglang Meningkat
TitikKatacom - Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak /(DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, mencatat kenaikan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Sampai dengan pekan kedua Maret 2023 ini saja sudah ada 26 kasus kekerasan dan perempuan di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Kepala UPTD PPA Mila Oktaviani, menerangkan dari 26 kasus kekerasan yang dilaporkan itu, diantaranya berupa kasus kekerasan seksual, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kekerasan fisik pada anak, Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan hak asuh anak.
"Dari Januari sampai Desember 2022 kita mencatat 64 kasus. Tapi dari Januari ke Maret ini pertengahan 26 kasus, baik kekerasan seksual, TPPO, kekerasan fisik pada anak, KDRT dan hak asuh anak," kata Kepala UPTD PPA Mila Oktaviani.
Menurutnya, saat ini tren kasus kekerasan terhadap perempuan di tiap daerah tengah meningkatkan, serta langkah preventif UPTD PPA diklaimnya telah maksimal dengan mendorong laporan masyarakat ke instansinya. Disisi lain saat ini masyarakat Pandeglang, dianggap sudah melek hukum untuk membuat laporan ke pihak berwenang jika menjadi korban tindak kekerasan.
"Kalau saya lihat tiap daerah memang sedang meningkat, kenapa ini bisa meningkat, berarti preventif dari bidang PP (perlindungan perempuan) dengan bagus. Jadi masyarakat sudah mengerti hukum, pada saat ada korban mereka langsung membuat pelaporan, atau langsung lapor ke PPA. Kalau dulu mereka menganggapnya aib, kalau sekarang enggak, mereka sudah melek hukum," terangnya.
Sedangkan faktor tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan, disebabkan kata dia, karena faktor lingkungan, pendidikan agama yang kurang dan juga lingkungan serta pengaruh dari gadget.
“Bisa dari pola asuh orang tua, dari pendidikan agama yang kurang, lingkungan dan handphone," terangnya.
Sementara langkah preventif yang dilakukan UPTD PPA Pandeglang, untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS