Loading...

Videofon ke Mahasiswa Banten Korban Gempa Turki, Al Muktabar Janji Segera Kirim Bantuan

Videofon ke Mahasiswa Banten Korban Gempa Turki, Al Muktabar Janji Segera Kirim Bantuan
Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, melakukan Videofon mahasiswa korban gempa Turki @ M.Jen
Reporter: M.Jen | Editor: Tama

TitikKata.com - Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, melakukan videofon kepada mahasiswa Banten, yang selamat dari bencana gempa Turki, 7,8 magnitudo. Videofon itu dilakukan di pendopo Gubernur KP3B Curug, Kota Serang, Senin (13/2/2023). 

Dalam percakapan video itu, Al Muktabar, menanyakan keadaan dan kondisi terkini Turki, paska bencana gempa yang menewaskan ribuan orang Itu. Terutama, kabar para mahasiswa asal Banten, yang dipastikan selamat dari insiden gempa tersebut. 

Pada videofon itu, Fajar Firdaus, mahasiswa asal Banten, menyampaikan bahwa saat ini di Turki, sedang dilanda musim dingin. Dia mengharapkan adanya bantuan pakaian hangat agar terlindung dari musim dingin yang menerjang wilayah tersebut.

"Tempat tinggal kami lagi musim dingin yang dibutuhkan pakaian hangat," ucap Fajar Firdaus, mahasiswa asal Cilegon yang menempuh pendidikan di Universitas Gaziantep, Turki.

Tak hanya bantuan pakaian hangat, Fajar juga mengutarakan harapannya kepada Pj Gubernur Banten, untuk mengirimkan bantuan uang agar bisa cepat dibelikan pakaian. Menurut dia, Ibu Kota Turki, Angkara masih membuka tempat belanja seperti pakaian dan lain-lainnya.

"Di Ankara masih buka pertokoan," katanya.

Diterangkan Fajar, ada Sekitar 150 mahasiswa Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak gempar Turki,15 diantaranya berasal Banten.

"Ada sekitar 15 orang (asal Banten)," ucap Fajar.

Merespon keinginan mahasiswa asal Banten, Al Muktabar berjanji akan segera mengirimkan bantuan untuk kebutuhan para pelajar Banten di Turki.

Dia meminta para mahasiswa untuk menjaga kesehatan, tetap belajar dengan baik apalagi pemerintah Turki, sudah punya solusi belajar online 

"Terus belajar agar nanti pulang bisa berbakti kepada negara Indonesia, kalau sudah pinter pulang," kata Al Muktabar.

Al juga memastikan pihaknya masih berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait data warga Banten yang terdampak gempa di Turki.

"Kita komunikasinya lewat akses Kemenlu karena itu bentuknya terkait bilateral kerjasama antara negara, kerjasama luar negeri tidak disentralisasikan bukan hak Pemerintah daerah" kata Al Muktabar.

Bila Pemprov dapat akses terhadap hal itu, dikatakan Al, pihaknya akan mengupayakan keberpihakan kepada masyarakat Banten yang terdampak di Turki.

"Kita masih nunggu jalur apa yang diperbolehkan, sempat ada pola-pola lain dijemput, kan mekanisme ngga bisa kita langsung (ke Turki), karena dari kewenangan tidak disentralisasikan," terangnya.

Sejauh ini, Dia mengaku, pihaknya masih belum mengetahui berapa warga Banten yang terdampak gempa Turki.

Namun, dia memastikan sudah berkomunikasi langsung untuk mengetahui keadaan warga Banten di Turki

"4 orang yang sudah komunikasi personal. Mau kita formalkan jalur akses kita seperti apa jangan sampai salah juga, kita kan jalur mekanisme untuk sampai ke internasional seperti apa," ungkapnya.

Diketahui, Gempa dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turkiye pada Senin (6/2/2023) sekitar 04.14 waktu setempat.

Pusat gempa berada di derah Turki Selatan dengan kedalaman 11 km yang memicu tsunami setinggi 30 cm di Erdemli.

Dilansir dari laman menpan.go.id, Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, mengonfirmasi jumlah WNI yang terkena dampak langsung per Senin (6/2) tercatat 10 orang.

Sebanyak empat diantaranya dirawat di rumah sakit, termasuk 1 orang di Kahramanmaras, dan 2 orang di Hatay, serta sisanya masih dalam upaya evakuasi.

Jumlah korban gempa Turki dan Suriah yang meninggal dunia mencapai 4.800 orang, namun Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan 20.000 orang yang menjadi korban. 


Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait