Warga Keluhkan Tairf Sewa Rusunawa Nagrak Terlampau Tinggi
TitikKata.com-Warga penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, yang direlokasi ke Rusunawa Nagrak, mengeluhkan tingginya tarif sewa rusun sementara Nagrak.
Ketua RT setempat Saharudin, menerangkan pihaknya bersama sejumlah warga lain langsung mencari tempat tinggal baru untuk bisa dihuni oleh keluarganya, setelah ambruknya bangunan atap rusun Marunda pada Rabu (30/8/2023) kemarin.
“Saya pun mengambil langkah seribu. Yang gimana ayo kita bergegas untuk pindah dari sini. Ya alhamdulillah dalam tiga hari ini kami sudah evakuasi sebagian warga kami untuk menuju ke rumah yang baru, di Nagrak tempatnya," ujarnya.
Diketahui, para penghuni Rusuna Marunda harus mengosongkan bangunan tersebut hingga Desember 2023 karena tidak layak huni dan direlokasi ke Rusunawa Nagrak.
Namun, warga yang direlokasi ke Rusunawa Nagrak keberatan dengan harga sewa tinggi.
“Sebenarnya keberatan iya. Mungkin keberatan lantaran masalah harga. Yang mana kami di Rusun Marunda ini tidak sama dengan harga yang ada di Rusun Nagrak. Yang di mana Rusun Nagrak itu lebih tinggi harganya. Kalau untuk yang umum di Rusun Marunda dia kena Rp 300.000, kalau untuk yang umum di Rusun Nagrak itu kena Rp 756.000," kata Saharudin.
Untuk itu, penghuni Rusunawa Marunda yang direlokasi ke Rusunawa Nagrak berharap Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi bisa membantu menyesuaikan harga.
“Buat bapak PJ Gubernur yang ada, Dinas Perumahan yang ada, saya mewakili warga di Rusun Marunda khususnya cluster C, dengan sangat bermohon kepada Ibu/Bapak yang ada di sana, mohon bu/pak dibantu warga kami yang di mana mengenai pembayaran yang ada. Kalau bisa sesuaikanlah pembayaran yang ada di Rusun ini sama dengan di Rusun Nagrak," harapnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS