Loading...

AMPBB Tuding PLTU Jadi Biang Masalah Polusi Udara di Banten, DLH Tegas Membantah

AMPBB Tuding PLTU Jadi Biang Masalah Polusi Udara di Banten, DLH Tegas Membantah
Reporter: M.Jen | Editor: Tama

TitikKata.com-Sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Bumi Banten (AMPBB) melakukan audiensi dengan komisi IV DPRD Banten, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) membahas terkait masalah polusi udara, di ruang rapat komisi IV, KP3B, Serang, Selasa (5/9/2023).

Salah satu perwakilan massa AMPBB, Heri Asukric menuding, terdapat sejumlah perusahaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Banten berbahan bakar batubara menjadi salah satu sumber penyumbang polisi udara di Banten.

“Kalau untuk catatan ada Merak Energi Indonesia (MEI), ada PT Lestari Banten Energi,  PLTU Jawa 7 dan Chandra Asri. Jadi titik beratnya kita memcoba memintakan informasi konsumsi batubara dan industri-industri,” ujar Heri ditemui TitikKata, Selasa (5/9/2023).

Sementara, Kepala DLHK Banten Wawan Gunawan membantah, keberadaan PLTU tidak mempengaruhi kualitas udara di Banten.

“Kita juga ada kunjungan dari DPR RI Komisi VII itu sudah survei ke Banten termasuk ke PLTU Suralaya 1 sampai 7, dari hasil kunjungan bahwa PLTU ini bukan sebagai penyumbang kualitas udara yang jelek. Arus angin di bulan Juli, Agustus September sampai dengan Oktober dari tahun 2018 sampai 2023 ini arah angin dari timur ke barat. Sebetulnya kalau disebut penyumbang udara yang jelek dari Banten itu salah, karena kita posisi di barat, yang sebetulnya banyak penyumbang itu dari Jawa Barat,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Anggota komisi IV DPRD Banten Gembong R Sumedi mengatakan, pihaknya akan mengunjungi beberapa PLTU di Banten untuk memastikan pengoperasian PLTU sesuai dengan prosedur.

“Kita juga DPRD mungkin akan turun untuk ngecek ke lapangan uji emisi seperti apa juga penanganan batu bara mulai dari penempatan batu bara kemudian proses masuknya ke dalam boiler seperti apa nanti kita akan ngecek,” tandasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait