Begini Tanggapan Warga Soal Dua Peridode Arif-Syachrudin Tak Bangun RSUD
TitikKata - Dua periode kepemimpinan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah dan Wakilnya Sachrudin dipastikan tak ada penambahan atau pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru.
Untuk itu, Titikkata mencoba mengungkapkan berbagai pendapat dari sejumlah masyarakat Kota Tangerang dan mendapatkan sejumlah tanggapan beragam perihal persoalan layanan kesehatan ini.
Seperti diungkapkan salah satu ibu rumah tangga di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang bernama Sumini, yang kesehariannya dihabiskan untuk mencuci pakaian di hilir sungai Cisadane. Saat dijumpai Sumini mengungkapkan rasa bingungnya untuk menilai salah satu kinerja Arief pada sektor kesehatan ini.
Ia menganggap, dengan hanya adanya satu RSUD yang menjadi aset milik Pemerintah Kota Tangerang saat ini pun dirasa belum memberikan fasilitas dan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
“Gimana ya pak, kayanya kalo dibilang ga bagus ya bagus pelayanannya ya, kalo dibilang maksimal ya kurang maksimal, kalo dibilang kecewa sih ngga, kalo masalah penanganan yang lain sih cukup bagus ya,” ungkapnya, Kamis(4/4/2023)
Ditempat berbeda, Achmad, salah seorang buruh tani di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang saat dijumpai TitikKata mengungkapkan penilaian kurang baik perihal terkait.
Menurutnya, rumah sakit merupakan kebutuhan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. sebab, sewaktu-waktu dapat merasakan rasa sakit dan membutuhkan pelayanan.
“Ya kalo menurut aslinya mah ya kurang baik ya, karena orang sakit itu kadang-kadang dadakan, ada yang sekarang sehat (nanti) kalo malem kadang-kadang mendadak sakit, itu ya sulit juga sebenernya mah ya memang butuh,” ujarnya
Senada dengan Achmad, Jasuki, saat dijumpai TitikKata di sekitar Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang mengungkapkan bahwa kepemimpinan di masa Arief tak mencerminkan hal yang baik. Sebab, sarana prasana rumah sakit umum daerah seharusnya memberikan pelayanan yang paripurna kepada masyarakat.
“Gak bagus lah buat itumah, rumah sakit itu buat masyarakat, kalo sebetulnya mah ya kalo rumah dakit udah jelek ya di bangun biar masyarakat pada ke rumah sakit umum,” tutur pria yang sehari-harinya mengais rejeki dengan sebuah becak.
Selain itu, sejumlah warga juga ungkapkan jauhnya jarak yang ditempuh untuk menuju RSUD yang hanya ada satu di Kota Tangerang selama 10 tahun terakhir.
“Kalo buat saya yang gak punya kendaraan pribadi sih ya cukup jauh,” ujar Sumini
“Iya jadi PR (Pekerjaan Rumah) juga jarak, ya kan orang juga belum tentu dari kampung melayu ke kota jauh juga,” tutur Abdul dijumpai di Kecamatan Batu Ceper,Kota Tangerang_
“Rumah sakit umum lumayan jauh ya kalo dari sini mah,” ungkap Asep, pengerajin bambu yang rumahnya berada dipinggiran Kota Tangerang tepatnya di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang
Lebih lanjut, sejumlah warga pun mengungkapkan rasa kecewa dan menyayangkan tidak adanya rumah sakit umum daerah yang dibangun semasa Arief dan Sachrudin memimpin Kota Tangerang.
“Kalo misalkan pasti ya saya kalo saya dibilang kecewa ya pasti iya (kecewa),” tukas Hendar Purnama di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang," ungkap Hendar Purnama.
"Sayang lah, yakan anggaran dari pemerintah juga ada, jangan cuma kaya dibikin jembatan pembangunan doang, rumah sakit kan ngebantu buat warga-warga yang lain buat yang kesusahan juga,” tandas Abdul Rista
Kepada TitikKata, tak sedikit pula masyarakat di Kota Tangerang yang mengaku berharap pembangunan rumah sakit umum daerah sudah terjadi dalam 10 tahun terakhir ini.
“Seharusnya kan dibangun seharusnya, supaya kita bisa yang sakit itu bisa kan gak nentu rumah sakit satu-satunya ya, bisa (di) rumah sakit yang ini bisa yang itu (berobatnya) kalo ada pembangunan rumah sakit,” ungkap Wandi, dijumpai di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
“Ya kalo ada penambahan lah, penambahan rumah sakit, karena kan kebutuhan sekarang inikan makin banyak penyakitnya gitu, kalo bisa mah ada penambahan lah,” tutur Ebit, saat dijumpai di Kecamatan Tangerang
Namun, ada juga masyarakat yang menilai tidak dibangunnya rumah sakit umum daerah menjadi hal biasa saja.
“Kita mah oke-oke aja gitu,” ungkap Ali saat dijumpai di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang
Seperti diketahui, tidak dibangunnya RSUD di masa kepemimpinan Arief R Wismansyah dan Sachrudin tersebut ditenggarai dari tidak adanya rencana pembangunan RSUD pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang tahun 2014-2018 pada periode pertama duet Arief dan Sachrudin, lalu Perda Nomor 3 tahun 2019 tentang RPJMD Kota Tangerang tahun 2019-2023, serta Perda Nomor 5 tahun 2021 tentang perubahan atas Perda Nomor 3 tahun 2019 RPJMD Kota Tangerang tahun 2019-2023 yang merupakan representasi visi dan misi keduanya tidak menjadikan pembangunan Rumah Sakit sebagai tujuan peningkatan pembangunan pada sektor kesehatan.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah sendiri mengklaim, bahwa Kota Tangerang telah memiliki fasilitas kesehatan terbanyak di Provinsi Banten, sehingga tidak memerlukan RSUD lagi sebagai layanan yang paripurna bagi masyarakat di Kota Tangerang. Dalam kata lain, Arief menegaskan tak perlu ada penambahan RSUD baru.
“Kota Tangeranng itu kota dengan fasilitas kesehatan terbanyak se-Provinsi Banten, harusnya berapa dibangun RSUD? Jadi udah cukup rasanya ya,” kata Arief saat dikonfirmasi titikkata, Senin(27/3/2023)
Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang sudah cukup memiliki satu RSUD karena telah memiliki banyak sekali tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Bahkan, masyarakat dari luar Kota Tangerang pun yang datang baik untuk konsultasi kesehatan ataupun pengobatan dapat terlayani dengan baik dan memadai.
“Kita ngitung rasio tenaga kesehatan udah paling banyak, fasilitas kesehatan paling banyak, insyallah masyarakat Kota Tangerang semua bisa dilayani dengan baik. Bahkan kota ini melayani juga masyarakat disekitarnya kok, dari Kabupaten (Tangerang), dari Tangsel (Tangerang Selatan), ada yang dari serang ikut kesini,” tandasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS