Cerita Dantim Inasar Seminggu Pimpin Misi Kemanusiaan Gempa di Turki
Titikkata.com - Tim Indonesia Search and Rescue (Inasar) yang dikirim Pemerintah Indonesia, untuk menjalankan misi kemanusiaan menolong para korban gempa di Turki, telah tiba di tanah air, Jumat (24/2/2023).
Selama sepekan sejak dikirim Jumat 17 Februari lalu, tim ini tak pernah berhenti melakukan aksi penyelamatan terhadap para korban dan bantuan kepada warga yang selamat. Termasuk beberapa warga negara Indonesia yang bermukim di sejumlah kota di Turki.
Yopi Haryadi, selaku ketua tim Inasar, mengaku punya banyak cerita dalam menjalankan misi mulia penyelamatan para korban tewas, luka-luka dan selamat yang berasal dari berbagai wilayah di dunia.
"Setelah ada permintaan bantuan internasional dari Pemerintah Turki, kami berangkat bersama 50 tim Inasar lain tanggal 17 Februari 2023, dan langsung melakukan pencarian para korban dan memberikan pertolongan, serta penanganan evakuasi para korban," jelasnya.
Dia menerangkan, ada dua WNI tewas dari 30 ribu korban tak selamat dalam bencana gempa hebat tersebut. Termasuk dua WNI yang mengalami luka-luka.
"30 ribu korban meninggal dunia, korban luka setiap harinya 10 ribu orang dan terus bertambah dengan adanya gempa susulan berulang-ulang," ungkap dia.
Selain gempa susulan yang terus terjadi selama misi kemanusiaan di Turki, tim Inasar juga kerap dilanda masalah perbedaan cuaca yang terlalu ekstrem dengan masuknya musim dingin di Turki.
"Gempa susulan yang kami rasakan itu setiap hari, baik yang guncangannya kecil maupun besar. Suka dukanya perbedaan cuaca antara Turki dan Indonesia, ini juga menjadi tantangan tim," ujar dia.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS