Dampak Buruk Emisi Karbon Bagi Kesehatan Warga Cilegon
Titikkata.com - Usai mengisi acara diskusi publik transisi energi di Kota Cilegon pada Rabu, (5/6/2024).
Kepada TitikKata, Profesor Anton Irawan, angkat bicara terkait dampak buruk dari emisi karbon.
"Emisi itu kan ada dua macam yah, emisi yang berdampak lokal atau regional itu biasanya berhubungan dengan kesehatan secara langsung. Itu biasanya kena CO2, Nox, atau partikula dua setengah itu akan mengalami sesak napas kemudian permasalahan kesehatan," ujarnya.
Anton menilai, solusi atau cara mengendalikan permasalahan transisi emisi karbon pada industri dengan memasang pengendali emisi.
"Nah itu harus dikendalikan, cara kendalikan dengan pasang pengendali emisi. Saya rasa seluruh pembangkit harusnya sudah ada. Saya sudah ke beberapa pembangkit mereka untuk partikulat udah terkendali menggunakan ESP. Itu yang harus dikendalikan," ujarnya.
Diungkapkan Anton, transisi emisi karbon pada industri yang paling berbahaya pembakaran berbahan bakar fosil.
"Yang dibicarakan tadi adalah masalah pembakaran batubara untuk ke CO2. Bukan hanya batubara, bahan bakar semuanya fosil. Karena CO2 ini adalah yang nanti ada di atmosfer bumi. Sehingga sinar matahari itu yang masuk ke bumi tidak bisa keluar lagi, karena terhalang oleh gas-gas tadi, gas rumah kaca. Sehingga di bumi ini akan naik temperaturnya, dihararapkan masih di bawah 2 derajat yah, bahkan bisa 1 setengah. Dibandingkan dengan kondisi pada saat revolusi industri dimulai. Kan acuannya disana," tuturnya.
Disinggung pengawasan pemerintah terhadap transisi emisi industri pada ambang batas, Akademisi Universitas Tirtayasa ini menegaskan pemerintah harus serius memperhatikan masyarakat.
"Pemantauan, karena itu wajib. Selama ini kan report laporan setiap enam bulan bagaimana kondisi emisinya itu bagus. Kalau bisa sistemnya enggak bisa kita kunjungi semua pabriknya, tapi bisa diacak. Atau laporan masyarakat yang harus bisa aware dia terkena dampak emisi dia berbicara jangan sampai akhirnya diam saja. Tapi tetap kita juga harus berfikir jangan sampai juga industri mandek, itu kan harus dicari jalan tengahnya. Coba industri tetap jalan, tapi industri harus menginvestasasikan pengendalian emisinya," pungkas Anton.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS