Loading...

DPRD DKI Jakarta Usul Penggabungan Lini Usaha BUMD Tak Hasilkan Keuntungan

DPRD DKI Jakarta Usul Penggabungan Lini Usaha BUMD Tak Hasilkan Keuntungan
Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI, Rasyidi HY @ Istimewa
Reporter: Cnc | Editor: Tama

TitikKata.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, didorong untuk melakukan merger (penggabungan) anak usaha PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang selama ini tidak produktif. Anak usaha yang dinilai merugi itu dipastikan hanya membebankan perusahaan induk PT Jakpro.

Seperti ditegaskan Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI, Rasyidi HY, yang menegaskan bahwa PT Jakpro dampai saat ini belum menunjukan tanda-tanda membaik. Indikator utamanya hingga saat ini PT Jakpro tidak memberikan keuntungan usaha kepada Pemprov DKI Jakarta. Padahal penyertaan modal daerah (PMD) kepada PT Jakpro lebih dari Rp1 triliun.

“Dari hasil apa yang disampaikan mayoritas anggota Komisi C, bahwa sebenarnya Jakpro itu belum dapat apa-apa. Mereka baru berusaha kira-kira dua atau tiga tahun lagi baru sehat. Sekarang itu sebetulnya tidak sehat, belum sehat dari segi keuangan," ungkap Rasyidi HY, dalam rapat kerja di kantor PT Jakpro, Kamis (19/1) malam, dikutip TitikKata.com. 

Sebagai informasi saat ini terdapat tujuh anak usaha PT Jakpro yang selama ini menopang bisnis PT Jakpro. Diantaranya PT PMJ Land, PT Jakarta Konsultindo, PT LRT Jakarta, PT Jakarta Utilitas Propertindo, PT Jakarta Infrastruktur Propertindo, Jakarta Oses Energi, PT Jakarta Solusi Lestari.

“Perusahaan ini terlalu besar. Sehingga tidak fokus. Anak perusahaannya saja ada tujuh. Dari pemaparan mereka kami melihat sepertinya ada (anak usaha) yang perlu digabungkan. Misalnya ada anak perusahaan yang tugasnya cuma menyewakan rumah, nyewakan lahan, cuma itu,” jelas dia.

Dengan kondisi bisnis seperti itu, kata Rasyidi, maka sangat dimungkinkan untuk menggabungkan lini usaha  perseroan. 

“Jadi kami menyampaikan kepada kepala BP BUMD supaya kalau memungkinkan untuk harus digabungkan ya gabungkan saja,” tegas dia.

Sementara itu, Dirut PT Jakpro Iwan Takwin, mengaku akan segera melakukan perbaikan dan treatment terhadap seluruh anak usaha PT Jakpro.

“Kami memang sedang berupaya supaya anak-anak usaha kami yang tidak perform kami perbaiki. Jadi sampai sekarang kami cari penyakitnya dimana kami sembuhkan penyakitnya baru kami berikan obatnya,” katanya di ruang rapat.

Salah satu strategi pemulihannya adalah dengan memperkuat sinergi antara induk usaha dan anak-anak usaha.

“Tahapan yang kami lakukan mulai dari audit-audit kinerja setelah itu kami memberi challenge kepada anak usaha. Jadi kami tidak tinggal diam. Kami sedang menjalankan tahapan-tahapan pemulihan,” ungkapnya

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola BUMD, Fitri Rahadiani menambahkan, saat ini, pihaknya juga sedang membuat pemetaan koor bisnis masing-masing anak usaha PT Jakpro sehingga anak-anak usaha PT Jakpro bisa fokus pada bidang bisnis masing-masing. Termasuk diantaranya merger anak-anak usaha Jakpro yang satu dengan yang lain.

“Kayak PMJ Land punya bisnis SPBU. Sebenarnya layaknya dimana sih. Apakah di PT Jakarta Oases Energi. Jadi kita petain satu-satu. Misalnya bisnis parkir, sebenarnya layaknya dimana sih. 2023 ini kita kaji anak-anak usaha Jakpro,” terangnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait