Loading...

Diguyur Hujan, Sekda Banten Turun Temui Mahasiswa Dialog soal Pendidikan Gratis

Diguyur Hujan, Sekda Banten Turun Temui Mahasiswa Dialog soal Pendidikan Gratis
Sekda Banten, Deden Apriandhi berdialog dengan mahasiswa ditengah guyuran hujan. Foto: Istimewa
Reporter: Jejen | Editor: Lani

Titikkata.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Jalaluddin, menemui massa demonstrasi mahasiswa di tengah guyuran hujan deras di depan gerbang pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, pada Senin (3/5/2026) kemarin.

Meski diguyur hujan, Deden datang tidak menjaga jarak duduk bareng dengan massa aksi dari lintas organisasi mulai BEM Banten Bersatu hingga Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), berdialog sekaligus menyerap aspirasi prihal seputar pendidikan di Banten.

Tak henti disitu, Deden juga menemui massa yang tergabung dalam BEM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melakukan aksi di depan kantor DPRD Banten yang tak jauh dari lokasi tersebut.

Di depan para mahasiswa, Deden menyampaikan program sekolah gratis yang diluncurkan Gubernur Banten, menjadi solusi untuk menekan angka putus sekolah hingga manfaatnya dirasakan oleh siswa SMA, SMK dan SKh swasta.

“Program sekolah gratis swasta yang dibiayai oleh Pemprov ini juga meminimalisir penahanan ijazah, karena salah satu persyaratan yang disampaikan kepada pihak sekolah tidak ada lagi ijazah yang ditahan karena semua biayanya sudah ditanggulangi Pemprov,” ucap Deden disela-sela dialog dengan mahasiswa.

Deden menjelaskan, perbaikan fasilitas sekolah terus digencarkan, bahkan beberapa sekolah baru telah dibangun di Kabupaten Tangerang dan Kota Serang.

"Alhamdulillah, tahun ini kita juga terus memperbaiki dan membangun sekolah-sekolah baru yang ada di Provinsi Banten," katanya.

Hal serupa disampaikan Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin memastikan, jika program sekolah gratis dapat membantu masyarakat yang selama ini terkendala biaya pendidikan.

“Saya rasa anggaran luar biasa sekitar Rp400 miliar yang tadi disampaikan Pak Sekda ini menjangkau hampir 60 ribu penerima manfaat. Dan kedepan sampai tiga tahun depan sampai angka 180 ribu dan ini luar biasa saya rasa dengan anggaran yang sangat wajar,” katanya.

Selain sekolah gratis, kata Jamaluddin, tahun ini juga Pemprov bakal melakukan revitalisasi sekolah rusak di Banten di Pandeglang, Lebak, Kabupaten Tangeran, dan Tangsel.

“Ini menunjukan bahwa Pemprov Banten sangat concern dengan pendidikan,” terang dia.

Sementara itu, Sekretaris BEM Banten Bersatu, Torik Suliapawitra meminta komitmen Pemprov Banten untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah.

“Ini menunjukkan masih banyak anak di Banten yang membutuhkan akses pendidikan yang layak,” tuturnya.

Selain itu, Torik turut menyoroti persoalan infrastruktur pendidikan yang dinilai belum merata, seperti di SMK Negeri 7 Kota Serang yang dinilai masih kekurangan sarana penunjang mulai dari meja belajar hingga perlengkapan praktik siswa.

Selanjutnya, Torik juga ingin pemerataan akses pendidikan di beberapa daerah seperti Kabupaten Pandeglang, tercatat sekitar 42 ribu anak masih mengalami keterbatasan akses pendidikan. Sementara di Kota Tangerang jumlahnya mencapai sekitar 21 ribu.

“Kami ingin ada bukti nyata bahwa pemerintah serius mengawal isu-isu ini bersama masyarakat,” tandasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait