Dikritik soal Open Bidding Pemprov Banten, Pj Ucok Cuek
Titikkata.com - Pj Gubernur Banten, Ucok Abdulrauf Damenta, nampak mengabaikan kritik dari anggota DPRD Banten, yang mendesak rencana open bidding atau lelang terbuka untuk mengisi 14 jabatan eselon II yang kosong untuk dibatalkan dan diserahkan kepada pemerintahan Gubernur dan wakil Gubernur Banten terpilih Andra Soni-Dimyati Natakusumah.
Kepada TitikKata saat ditemui di pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Ucok Abdulrauf Damenta, menjelaskan proses open bidding akan tetap dilanjutkan.
“Kita penilaiannya independen dengan melibatkan akademisi yang ada di Banten dan juga dari MenPAN, dan juga dari UI kita libatkan. Profesor-profesor profesional di bidangnya untuk Banten yang lebih berdaya,” ujar Ucok, Selasa (7/1/2025).
Menurut Ucok, saat ini masih menunggu proses persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk pengisian jabatan eselon II yang masih kosong.
“Udah (dipersiapkan,red) tunggu aja nanti. Mungkin dua minggu lagi kalau minggu depan sudah selesai langsung kita. Semua yang kosong-kosong juga, yang penting ini yang berhenti dibawah kan banyak nih, keempat ketiga pola karir selanjutnya,” katanya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Banten, Muhamad Nizar mendesak open bidding agar diserahkan kepada Gubernur Banten terpilih Andra Soni.
“Saya pikir Pj Gubernur harus memahami etis sebagai seorang pemimpin itu diluar etika, karena di masa jabatan mau selesai apalagi kemudian Gubernur terpilih sudah diumumkan, kita lihat lah contoh bagaimana transisi pemerintahan pusat, bagaimana koordinasi yang penuh antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi, saya pikir itu yang harus dilakukan oleh Pj Gubernur kepada pak Andra Soni selaku Gubernur terpilih,” ujar Nizar.
“Kita serahkan lah kepada Gubernur selanjutnya. Karena memang Gubernur selanjutnya yang akan menjadi user pemerintahan Provinsi Banten kedepan,” tandasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS