Loading...

Dari Mana Sumber Pembiayaan Proyek LRT Velodrome-Manggarai

Dari Mana Sumber Pembiayaan Proyek LRT Velodrome-Manggarai
Stasiun LRT Velodrome. Foto: Fifiyanti/Mayzka
Reporter: Fifiyanti/Mayzka | Editor: Tama

TitikKata.com-Dapat dipastikan, proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Manggarai didanai menggunakan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta.

Seperti disampaikan Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ismail, saat ditemui di Ruang Rapat Komisi B, pada pada Rabu (26/7/2023).

"Tadi dan beberapa minggu lalu itu akan diupayakan 100 persen bisa di backup oleh APBD, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap trase ini dan kedua juga komitmen dari Pemprov DKI untuk bisa merealisasikan fase tersebut terwujud dalam dua tahun ini," kata Ismail.

Pendanaan ini, kata Ismail dibuat dalam beberapa tahapan, dimana diawal dari APBD tahun 2023 sebagai Penyertaan Modal Daerah (PMD), yang mana nanti akan dianggarkan dalam APBD 2024.

"Saya lupa karena dibuat beberapa tahapan, mungkin sekitar angkanya 5 sekian triliun. Mereka selain kemarin sudah diajukan di awal di APBD tahun 2023, di perubahan juga diajukan, kemudian nanti di murni di 2024. Baru yang 2023 kemarin sekitar 916 M untuk LRT. Itu tadi murni PMD dari APBD, bersumber dari APBD," tegasnya.

Ismail mamastikan, pendanaan proyek LRT itu secara aturan memang perbolehkan menggunakan APBD, melalui PMD.

"Itu kan memang dibolehkan, disahkan untuk PMD itu. Memberikan PMD untuk proyek-proyek ini itu memang sesuatu yang sangat dibolehkan," katanya.

Diketahui, Jakpro sendiri memiliki modal melalui penyertaan modal daerah sebesar Rp30 triliun seperti tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo (Perseroan Daerah). 

Meski, saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) PT. Jakpro tengah direvisi, namun salah satu muatan Raperda itu hanya memasukan penambahan penyertaan modal daerah berupa tanah dengan total aset senilai  Rp5.959.232.000.000,00.

Jika melihat Perda Nomor 5 Tahun 2022 tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2023, alokasi anggaran pengeluaran pembiayaan penyertaan modal daerah sebesar Rp7.209.033.693.138,00 tidak menyebut secara jelas peruntukkannya.

Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan jalur Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Manggarai ditaksir menelan total anggaran sebesar Rp5,5 triliun, dimana Rp3.879.256.641.491,00 untuk pembangunan kontruksi seperti dikutip dari laman eproc.jakarta-propertindo.com pada pengumuman lelang bernomor 003/PENGUMUMAN/IV/2023 pertanggal 6 April, 2023 dengan judul lelang Pengadaan Jasa Konstruksi Proyek LRT Jakarta Fase 1B.

Sementara, pihak PT Jakpro sendiri belum dapat dimintai keterangan secara mendetil. Adapun, Direktur Utama JakPro Iwan Takwin hanya menyampaikan, proyek itu merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

"Itu PSN (Proyek Strategis Nasional) itu, dari  KPPIP itu udah PSN. Tapi kalau PSN kan harus diselesaikan", kata Iwan ketika ditemui seusai Rapat Kerja di Komisi C DPRD DKI Jakarta.

Hingga informasi ini disampaikan, TitikKata masih menggali informasi lebih dalam lagi. Dengan terus berusaha menghubungi pihak-pihak terkait.

Simak Video: Eksepsi Ditolak, Sidang Kasus BTS 4G Berlanjut Pekan Depan


Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait