Dindikbud Banten Nilai Keluhan SPMB Dipicu Penolakan Data Tak Sesuai
Titikkata.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin mengklaim, tidak menemukan gangguan error pada server website Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA, SMK, SKH Negeri 2026.
“Saya rasa ngga ada masalah, saya kan selalu monitor ini jadi bukan (error,red), ketika anak mendaftar SPMB ada terjadi diupload segala macam pengisian itu banyak keliru,” ucap Jamaluddin di Serang, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, sebagian besar kendala muncul karena kesalahan pengumpulan data oleh calon peserta didik maupun operator sekolah. Dia bilang, sistem otomatis menolak data yang tidak sesuai ketentuan.
“Misalnya nilai rapotnya angkanya 90, dia ngisi 94, terus 80 ngisi 90, sehingga terjadi penolakan di situ. Saya panggil panitia semua tolong saya minta yang menjadi keluhan masyarakat segera dan sementara ini belum ada keluh-kesah, sebetulnya di kami panitia biasa aja standar dan kami tahu ketika orang-orang yang rewel segala macam tidak nyaman tahun lalu dengan sekarang gitu aja sih,” jelasnya.
Dia menjelaskan, skema baru dengan penerapan pra SPMB tingkat SMA, SMK, dan SKH Negeri yang dibuka sejak 20 April hingga 31 Mei 2026, dapat meminimalisir kecurangan atau calo.
“Jadi kalau ada guru, masyarakat, ada siapa yang merasa pra SPMB ini merasa ribet, menurut saya dulu zona nyaman sekarang ini kita makai aturan pra SPMB ini supaya kita clean clear sesuai arahan Pak Gubernur tidak ada titip-menitip, sehingga yang dulunya zona nyaman sekarang pas dapat gini akhirnya mereka terusik, akhirnya munculin ini di tiktok, artinya pengalaman saya udah banyak yang begini udah saya laluin semua lah,” terang dia.
Jamaluddin memastikan, bakal selalu memonitor selama pra SPMB berlangsung, dan menerima aduan jika ada permasalahan teknis di lapangan.
“Saya ingin masyarakat itu semua puya hak yang sama daftar, semua sama ketika ada kendala-kendala, saya rasa itu wajar dalam arti orang tua masih baru belum paham begitu ya, tapi itu tetap dilayani oleh panitia,” katanya.
“Panitia selalu siap lah menghadapi masukan masukan, bahkan kemarin di SMA 10 Tangerang tuh terjadi ada masalah nomor induk siswanya yang ngga bener, saya langsung suruh turun panitia, jadi ada permasalahan saya pantau terus,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS