Loading...

Ditanya Soal Warga Kampung Bayam Ditahan Polisi, Heru Budi Hanya Senyum

Ditanya Soal Warga Kampung Bayam Ditahan Polisi, Heru Budi Hanya Senyum
Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono. Foto: Mayzka
Reporter: Mayzka | Editor: Tama

TitikKata.com-Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Madani (KTKBM), Muhammad Furqon, sampai saat ini masih mendekam di balik jeruji besi Polres Jakarta Utara.

Furqon ditangkap pada 2 April 2024 lalu, saat hendak menjelang buka puasa di kediamannya Kampung Susun Bayam. 

Yang mana, penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan tuduhan pencurian, pengrusakan, dan memasuki area tanpa izin, yang dilayangkan pada Desember 2023.

Ditemui TitikKata untuk dikonfirmasi terkait nasib dari salah satu warga nya tersebut pada Rabu (17/4/24) di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Bundaran HI, Penjabat (Pj) Gubernur DKI, Heru Budi Hartono, hanya melayangkan senyum.

Kembali dikonfirmasi soal terkait di kesempatan yang sama, Heru Budi Hartono, masih sekedar melayangkan senyum. Kali ini, dengan gerakan mengangkat kedua bahu nya.

Sebelumnya, ditemui TitikKata di KSB pada Rabu (3/4/2024), istri Furqon, Munjiah menceritakan kronologi penjemputan paksa yang membuat dirinya kaget.

"Saya selaku istrinya mas Furqon kemarin saya kaget sekali dengan adanya datangnya dari pihak kepolisian yang tidak berkabar terlebih dahulu. Suami saya dijemput paksa dengan polisi menanyakan adanya pak Junaedi, nah saya menunjukkan rumahnya pak Junaedi lalu sebagian apart masuk ke rumah saya menarik suami saya dengan pak dari dalam kamar. Karena tadinya lagi membuat berkas, suami saya melangkah ke kamar mandi mau buka puasa nah akhirnya polisi itu saya begitu keluar sebagian polisi masuk ke dalam kamar digrebek lah itu tiga polisi itu. Suami saya dicekek terus saya mau masak pun diacak-acak akhirnya saya juga dibawa paksa, ditarik-tarik. 'Ini maksudnya apa pak? Kenapa suami saya diseperti iniin saya bilang'. 'Udah penjelasannya nanti dikantor aja'. 'Kok seperti ini bapak tidakannya, emang suami saya teroris, emang suami saya pengedar narkoba? Tolong dong jelaskan ada apa ini? Saya bilang'. 'Tadi yang ditanyakan pak Junaedi kenapa suami saya'. 'Enggak ini ketemu orangnya ini, katanya'. 'Sebutin namannya pak'. 'Ya ini pak Furqon, katanya," ucap Munjiah.

Selain sang istri, Furqon memiliki tanggungan tiga orang anak berusia 15, 13 dan 7 tahun. Untuk mencukupi kebutuhannya, Munjiah terpaksa harus menggantikan peran Furqon mencari nafkah untuk dirinya dan ketiga anaknya.

“Yaa ini adanya warung kecil-kecilan dagang es, ya namanya ada yang beli ya saya layani. Kalau gak ada ya mau bagaimana, terkadang dapat Rp.10.000, Rp.20.000, Rp30.000 ya disyukuri lah. Biar anak-anak gak terhambat jajannya. Iya dari semenjak pindah kesini juga kayak gini  memang saya gak putus dari dulu juga, mungkin kalau punya modal saya juga pengen punga warung gede karena modalnya gak ada ya begini aja lagi," katanya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait