DPRD Banten Geram! Truk Tambang Bikin Macet dan Polusi di Bojonegara, Juhaeni Rois Desak Dishub Bertindak Tegas
Titikkata.com - Kemacetan parah dan polusi debu yang ditimbulkan oleh aktivitas truk tambang di ruas Jalan Raya Bojonegara–Puloampel, Kabupaten Serang, memicu reaksi keras dari Anggota DPRD Provinsi Banten, Juhaeni M Rois.
Politisi dari Fraksi PKS itu menilai kondisi tersebut sudah sangat mengganggu masyarakat dan merusak lingkungan sekitar.
Juhaeni menyatakan, ia akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Dishub Kabupaten Serang, hingga pihak kepolisian untuk menertibkan truk-truk tambang yang melintas tanpa aturan.
“Kita akan koordinasi dengan Dishub provinsi dan kabupaten/kota. Situasi ini sudah krodit dan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap pembangunan di Banten,” ujar Juhaeni saat ditemui di Gedung DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, aktivitas pengangkutan material tambang yang masif di wilayah Bojonegara tidak hanya menyebabkan kerusakan jalan dan lingkungan, tetapi juga tidak memberi kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau soal PAD, saya kira tidak ada pengaruh besar. Batu dan tanah diambil besar-besaran, tapi daerah tidak mendapatkan manfaat apa pun,” tegasnya.
Juhaeni juga mendorong Pemerintah Kabupaten Serang untuk segera memberlakukan pembatasan jam operasional truk tambang agar arus lalu lintas bisa lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan di siang hari.
“Truk-truk itu mengambil batu dan tanah dari Bojonegara, membuat jalan macet total. Kita akan ambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat,” tandasnya.
Ia menegaskan, DPRD Banten tidak akan tinggal diam melihat persoalan ini terus berlarut.
Jika perlu, kata Juhaeni, dewan akan memanggil dinas terkait untuk memberikan penjelasan sekaligus mencari solusi permanen agar Bojonegara terbebas dari kemacetan dan polusi akibat aktivitas truk tambang.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS