Gelar Pameran Seni, Universitas Mercu Buana Tawarkan Refleksi Urbanisme Lewat Karya Seni
Titikkata.com - Universitas Mercu Buana, melalui Fakultas Desain dan Seni Kreatif, menggelar pameran seni bertajuk "Realm of Immersivity" di DD Galeri, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Pameran ini menampilkan 37 karya seni dari 21 seniman yang membahas berbagai isu perkotaan dan kehidupan urban dengan sudut pandang yang kritis dan kreatif.
Agustan, selaku panitia pameran, menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan untuk memberikan refleksi terhadap kota melalui seni.
"Sebagai warga urban, topik urbanisme menjadi sangat relevan di tengah perkembangan kota besar seperti Jakarta. Pameran ini bertujuan untuk menampilkan karya seni yang merefleksikan isu-isu perkotaan dan kehidupan urban dengan perspektif yang kritis dan kreatif," ujar Agustan, Kamis (5/9/24).
Ahmad Khairul Rijal, salah satu seniman yang berpartisipasi dalam pameran, menambahkan bahwa acara ini dapat menjadi wadah dialog antara seniman dan penikmat seni.
"Pameran ini adalah inisiatif dari Universitas Mercu Buana, namun melibatkan banyak seniman dari luar kampus. Bagi saya, ini adalah ajang silaturahmi dan pertukaran gagasan dengan penikmat seni yang lebih luas. Tema urban yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan perkotaan yang selalu menarik untuk dibahas," kata Ahmad Khairul Rijal.
Mohammad Amin, Direktur Industri Kreatif, Musik, Film, dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dalam sambutannya mengatakan bahwa pameran ini juga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Dalam konteks ekonomi kreatif, kita berada di era bonus demografi, di mana tidak semua orang bisa menjadi pegawai negeri atau pekerja konvensional. Oleh karena itu, pameran ini diharapkan bisa melahirkan peluang ekonomi kreatif melalui karya seni. Saya berharap Universitas Mercu Buana dapat menjadi corong dalam pengembangan ekonomi kreatif, meskipun pameran ini lebih berfokus pada refleksi urbanisme," kata Mohammad Amin.
Pameran "Realm of Immersivity" ini tidak hanya menjadi sarana refleksi kota melalui seni, tetapi juga wadah untuk mengembangkan ekonomi kreatif di kalangan seniman dan masyarakat luas. (rls)
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS