Loading...

Gubernur Banten Andra Soni Kalah Pamor dari Wakilnya di Medsos, Ini Kata Pengamat Politik

Gubernur Banten Andra Soni Kalah Pamor dari Wakilnya di Medsos, Ini Kata Pengamat Politik
Gubernur Banten, Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah. Foto: Titikkata
Reporter: Redaksi | Editor: Lani

Titikkata.com - Panggung politik Banten kini tak hanya di kantor pemerintahan, tapi juga di ruang digital. Gubernur Banten, Andra Soni, ternyata 'kalah' popular dari wakilnya, Achmad Dimyati Natakusumah, dalam beberapa metrik di media sosial (Medsos).

Ini menjadi sebuah fenomena yang dinilai pengamat harus dijadikan acuan serius. Popularitas ini menyajikan data yang unik, seolah membuktikan bahwa politik hari ini adalah seni berkomunikasi di layar gawai.

Berdasarkan penelusuran terbaru melalui Google Trends, nama Dimyati Natakusumah berada dua tingkat teratas di atas Andra Soni dalam hal pencarian publik. 

Ini menjadi sebuah fenomena yang dinilai pengamat harus dijadikan acuan serius. Popularitas ini menyajikan data yang unik, seolah membuktikan bahwa politik hari ini adalah seni berkomunikasi di layar gawai.

Berdasarkan penelusuran terbaru melalui Google Trends, nama Dimyati Natakusumah berada dua tingkat teratas di atas Andra Soni dalam hal pencarian publik.

Data media sosial juga menunjukkan hasil yang terbagi, Instagram (IG), dalam hal jumlah pengikut (follower), Andra Soni unggul dengan 94 ribu pengikut, mengalahkan Dimyati yang memiliki 52 ribu pengikut. 

Pun ketika bicara interaksi publik, Andra Soni memimpin. Jumlah tagar yang menyertakan namanya mencapai 5 ribu, jauh lebih tinggi dibanding tagar Dimyati yang hanya 1 ribu.

Sementara di TikTok, perbedaan mencolok terjadi di platform video pendek ini. Akun TikTok Dimyati Natakusumah melesat dengan 184,5 ribu follower, hampir dua kali lipat dari follower Andra Soni yang 'hanya' 101,4 ribu

Popularitas Digital Jadi 'PR Utama'

Direktur Kajian Politik Nasional, Adib Miftahul, menanggapi data tersebut dengan menekankan bahwa popularitas digital sudah menjadi indikator krusial dalam politik modern.

"Kalau berkaca pada itu, ini harusnya menjadi acuan bagi Andra Soni untuk mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan dia kepada publik," kata Adib, Sabtu (11/10/2025).

Menurut Adib, di era teknologi ini, popularitas dan elektabilitas sangat ditopang oleh komunikasi di media sosial. Ia bahkan menyebut bahwa publik tak lagi terlalu melihat benar atau salah, asalkan seorang pemimpin pandai berkomunikasi di ruang digital.

"Makanya harus menjadi atensi menurut saya, kalau Google Trend-nya dia di bawah Dimyati. Ini harus menjadi catatan, karena tadi saya katakan, popularitas, elektabilitas didongkrak melalui media sosial," tegasnya.

Adib melihat, strategi komunikasi Andra Soni mungkin memiliki diseminasi informasi yang kurang tepat. 

Pesan atau kebijakan yang disampaikan Gubernur, belum tersampaikan secara efektif kepada publik, yang berujung pada popularitas digital yang masih kalah jauh dari Dimyati.

"Capaian kinerja Andra Soni harus dikomunikasikan dengan baik, berdasarkan segmentasi kepada siapa dia menyampaikan informasi. Inilah yang harusnya menjadi PR utama," pungkas Adib. 

Ia mengingatkan bahwa basis popularitas dan elektabilitas digital kini menjadi penentu seberapa jauh keberhasilan dan progres pembangunan dapat dikenal publik luas.

"Basis popularitas, elektabilitas inilah menjadi penentu sejauh mana terkenal, keberhasilan, sejauh mana progress pembangunan, karena dia punya visi misi yang pernah ditawarkan kepada publik," pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait