Inilah Potret Sarana Prasarana Pendidikan di Kota Serang
TitikKata - Sebagai ibu kota Provinsi, wajah pendidikan Kota Serang masih sangat menyedihkan. Sebab, masih banyak sarana prasarana fasilitas pendidikan yang rusak dan belum mendapatkan perbaikan maksimal dari pemerintah setempat.
Untuk sekolah dasar saja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang mencatat, sebanyak 40 persen dari 259 bangunan sekolah dasar rusak berat. Meski, alokasi anggaran APBD untuk urusan pendidikan totalnya mencapai Rp.481.184.048.275, yang mana dari total keseluruhan anggaran tersebut, alokasi untuk rehabilitasi sedang/berat ruang kelas hanya Rp.2.041.701.355.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Tb Suherman mengatakan, pembagian kerusakan sekolah yang dianggarkan tersebut menjadi tiga bagian.
"Rehab itu kan ada 3 kategori, ada rehab ringan, sedang, dan ringan. rehab ringan dengan dana BOS yang sudah disalurkan ke sekolah itu kalau ada genteng yang copot, bocor, rehab-rehab ringan seperti itu seharusnya bisa ditangani oleh sekolah. Sedangkan rehab sedang dan berat itu ditangani oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang," tuturnya, Senin, (15/5/2023).
Suherman mengklaim, Kota Serang secara angka presentasi sekolah rusak yang perlu renovasi lantaran masuk kategori rehab berat sebanyak 40 persen.
"Kota Serang itu termasuk yang rehab berat itu sebenarnya kurang dari 40 persen, jadi bukan 90 persen atau 95 persen. Oleh karena ini bahwa rehab ringan itu jadi tanggungjawab sekolah, sedangkan rehab sedang dan berat itu kurang dari 40 persen sedang ditangani oleh Dispenbud Kota Serang. Tentu secara bertahap, karena menyesuaikan dengan kemampuan anggaran," ujarnya.
Suherman mengatakan, saat ini sekolah rusak yang ada di Kota Serang dari enam Kecamatan terhitung sebanyak 600 ruang kelas dari 259 SDN.
"Data yang saya pegang untuk tentang rusak sedang ruangan kelas di Kota Serang itu pada tahun ini 573 ruangan, sehingga kalau dipresentasikan itu hanya 27 persen. Kemudian untuk yang rehab berat, itu ada 275 ruangan kurang lebih 13 persen. Dan total ruangan kelas yang ada 2107," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah SDN belum layak pakai atau terbengkalai masih merebak di enam kecamatan yang ada di Ibu Kota Provinsi Banten. Salah satunya yang terjadi di SDN Sindangraksa, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
"Semoga sekolah kami bisa diperbaiki kembali, supaya lebih bagus, aman dan tentram," ucap Ridwan, salah satu murid kelas 3 SDN Sindangraksa saat ditemui di kelasnya.
Begitupun yang dirasakan oleh Ayu, Nuroh, dan Syafaah yang duduk di kelas 1 SDN Sindangraksa. Mereka merasakan ketidaknyamanan selama belajar dengan kondisi kelas yang kumuh.
"Sekolahnya lebih diperbaiki lagi, karena kelasnya sudah mulai rusak dan mau rubuh. Untuk belajar enggak nyaman, karena atapnya udah mulai rapuh, dan tembok-temboknya juga," kata mereka bertiga.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS