Pak Jokowi Lihat NIh! Ruas Jalan Cibungur-Patia Memprihatinkan, Bupati Pandeglang: Sabar
TitikKata - Akhir-akhir ini Presiden Joko "Jokowi" Widodo tengah aktif meninjau jalan-jalan rusak di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan tak segan, presiden dari partai wong cilik itu menggelontorkan anggaran dari APBN untuk segera menangani jalan-jalan rusak itu. Contohnya seperti yang dilakukan di Provinsi Lampung.
Melihat hal itu, upaya Presiden Jokowi selayak mendapat apresiasi. Sebab, di tengah kesibukannya dia menyempatkan diri untuk langsung melihat persoalan yang dihadapi rakyat di daerah dan langsung mencarikan solusi.
Sayangnya, upaya Presiden Jokowi itu tampak seperti peribahasa Gajah di Pelupuk Mata Tak Terlihat, Semut di Seberang Lautan Terlihat, jika melihat kondisi infrastruktur jalan di wilayah yang letaknya tak jauh dari ibu kota.
Padahal, kondisi jalannya juga dapat dikatakan memperihatinkan, seperti yang terjadi pada ruas jalan Cibungur-Patia yang menghubungkan tiga desa di dua Kecamatan yakni Desa Cibungur, Desa Kubang Kampil Kecamatan Sukaresmi dan Desa Patia, Kecamatan Patia di wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Pasalnya, kondisi ruas jalan Cibungur-Patia itu terlihat dibangun setengah-setengah. Sehingga, bukannya membuat pengendara nyaman saat melintas di jalan tersebut, yang terjadi justru sebaliknya.
Pantauan di lokasi pada ruas jalan tersebut, di awal ruas jalan, tepatnya dari arah pangkalan ojek Cibungur, jalan sudah dibeton hingga Kampung Sabang, meski ada perbedaan kelebaran jalan beton lama dan beton baru. Dengan perkiraan jalan beton lama memiliki kelebaran tiga meter, dan jalan beton baru memiliki lebar empat meter.
Mulai dari kampung Sabang jalan beton terputus, dimana setelah jalan beton itu, sekitar 50 meter jalan mulai rusak. Di sepanjang ruas jalan itu, ada sebuah jembatan dengan lubang menganga di salah satu bagiannya, yang kemudian oleh warga dipasangi batang pohon sebagai tanda peringatan bahaya.
Lalu jalan beton baru kembali ditemukan hingga di persawahan warga dengan panjang diperkirakan 200 meteran, setelahnya, jalan beton terputus dan jalan kembali rusak parah dimulai dari jembatan yang berada di perbatasan Desa Cibungur dan Desa Kubang Kampil. Di lokasi itu, nampak kerusakan parah jalan hingga sulit dilalui pengendara. Sebab material beton yang sudah lama rusak menyebabkan jalan berlubang dan bergelombang hingga sampai perempatan Kantor Desa Kubang Kampil. Kerusakan di lokasi itu diperkirakan mencapai satu kilometer.
Kemudian kontruksi beton kembali ditemukan tepatnya didepan kantor Desa Kubang Kampil atau kampung Kubang Kampil dengan panjang di perkirakan mencapai satu kilometer dan kembali terputus di Kampung Sukajaya.
Berdasarkan informasi yang di himpunan dan juga penelusuran di laman laman Lelang Pengadaan Secara Elektronik atau LPSE Kabupaten Pandeglang jalan beton itu di bangun oleh BPBD tahun 2020, hal itu terlihat tugu bertuliskan BPBD di ujung pembangunan beton.
Namun dari Kampung Sukajaya Desa Kubang Kampil atau akhir titik jalan beton yang dibangun BPBD dan Pamatang Kanas Desa hingga berlanjut ke Kampung Sanggoma Desa Patia, Kecamatan Patia atau pertigaan ruas jalan Patia Perdana rusak parah. Parahnya jalan itu disebut-sebut baru dilakukan pengerasan yang sudah belasan tahun.
Jalan dari Kampung Sukajaya Kubang Kampil hingga Kampung Sanggoma hanya menyisakan material batu yang bercampur tanah dengan jarak diperkirakan mencapai 1 kilometer. Jika usai guyur hujan di titik inilah jalan tersebut digenangi air mirip kolam. Sebab, sudah belasan tahun ruas jalan milik Kabupaten Pandeglang itu belum pernah dibangun oleh pemerintah bahkan mirip kubangan kebo.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun TitikKata terkait jalan Cibungur-Patia yang panjanganya sekita 5,6 kilometer itu, diketahui Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah melakukan pembangunan terhadap jalan tersebut.
Dikutip dari laman Lelang Pengadaan Secara Elektronik atau LPSE Kabupaten Pandeglang, di tahun 2012 jalan Cibungur-Patia dilakukan proyek pemeliharaan oleh Dinas Pekerjaan Umum dengan pagu anggaran Rp875.000.000 dengan pihak pelaksana yakni CV Tirako.
Di tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Pandeglang kembali menggelontorkan anggaran Rp1.820.000.000 untuk pengadaan jalan kabupaten/kota pada ruas jalan Cibungur-Patia, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan nama tender belanja pengadaan jalan kabupaten/kota yang dikerjakan oleh CV Rio Putra.
Kemudian di tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, menganggarkan Rp1.725.000.000 dengan nama proyek jalan Cibungur-Patia, jenis pengadaan konstruksi yang dikerjakan oleh Alqarny.
Saat ditanya terkait pengerjaan proyek Cibungur Patia yang tayang di lpse tahun 2022 dengan pagu Rp 1.725.000.000, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang Ade Juliansyah mengatakan, pengerjaan ruas jalan Cibungur Patia pada tahun 2022 menggunakan tender dini yang dikerjakan awal tahun 2022 dengan menggunakan kontruksi rigid beton.
Kabid Bina Marga DPUPR Pandeglang, Ade Juliansyah "Pengerjaan ruas jalan Cibungur Patia tahun 2022 itu menggunakan tender dini (akhir) 2021 dan dikerjakan awal tahun 2022 dengan (pengerjaan) jalan rigid atau beton sepanjang 513 meter dengan lebar empat meter dengan TPT (tembok penahanan tanah)," kata Ade di kepada Titikkata. Rabu (17/5/2023)
Diakui Ade jika ruas jalan Cibungur Patia belum seluruhnya di perbaiki sehingga dirinya berjanji akan memprioritaskan di tahun yang akan datang untuk di usulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Itu kita akan prioritaskan di tahun yang akan datang karena ruas jalan Cibungur Patia itu belum tuntas ruas jalannya, nanti kami usulkan kembali sesuai mekanisme APBD,"terangnya
Sementara Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku tengah memetakan pembangunan jalan yang skala prioritas dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas hingga dirinya bersama para camat untuk menggenjot pendapat pajak dari sektor pajak. Untuk itu Irna meminta masyarakat yang belum mendapatkan pembangunan supaya bersabar.
"Bagi yang belum diagendakan pembangunannya jalan dimohon kesabarannya apalagi permukimannya padat itu jadi prioritas utama," kata Irna di kantornya
Untuk itu Irna berjanji akan memprioritaskan jalan Cibungur Patia dengan harapan dapat mendongkrak perekonomian apalagi Sukaresmi sebagai daerah lumbung padi di Pandeglang.
"Semua yang ke permukiman padat untuk infrastruktur dasarnya pertumbuhan ekonomi ke jalan pertanian kita akan agendakan," tandasnya
Simak Video: Tagihan Tarif Air Melonjak, Ini Jawaban Bijaksana Dirut Perumdam TKR Sofyan Sapar
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS
