Jangan Direlokasi, Pelican Crossing Jalan Merdeka Selatan Sudah Tepat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Idah Mahmudah @istimewa - Jangan Direlokasi, Pelican Crossing Jalan Merdeka Selatan Sudah Tepat
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Idah Mahmudah @istimewa

Reporter: Cnc | Editor: Tama

TitikKata.com - Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ida Mahmudah, menegaskan bahwa lokasi eksisting penyebrang jalan elektronik di Jalan Merdeka Selatan, saat ini sudah tepat. Dia menganggap pemindahan pelican crossing di Jalan Merdeka Selatan, oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta, kurang matang.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga menjelaskan, relokasi pelican crossing yang berlokasi di depan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), dilakukan lantaran adanya pekerjaan penataan trotoar di sepanjang Jalan Merdeka Selatan, sisi Perpusnas. Setelah penataan trotoar rampung, pelican crossing di depan Perpusnas akan dihilangkan.

“Adapun penataan trotoar di Merdeka Selatan sekaligus menata pelican crossing (PC). PC eksisting bergeser ke arah timur tegak lurus pintu masuk Monas, saat baru pekerjaan trotoar, selanjutnya penghapusan zebra cross atau PC digeser ke timur serta penataan taman median tengah untuk akses menuju halte dan penyeberangan,” kata Hari Nugroho beberapa waktu lalu

Dengan rencana pemindahan PC oleh dinas terkait, kata Ida, sangat tidak beralasan. Apalagi PC yang ada itu, sangat dirasakan manfaatnya oleh untuk menuju halte TransJakarta dan menuju parkir IRTI Monas.

"Tidak ada urgensi khusus mengenai pemindahan pelican crossing yang sejauh ini telah bermanfaat bagi warga. Saya pikir tidak perlu ada penggeseran, biarkan saja yang sudah ada ini. Cukup diperbaiki saja, karena yang pertama memang samping persis dengan Halte (Balai Kota), yang kedua dekat dengan (parkir) IRTI,” ujarnya saat melakukan penunjauan di lokasi, Jumat (9/12/2022).

Ida khawatir apabila pelican crossing dipindah sesuai rencana Dinas Bina Marga, maka ada potensi menghilangkan taman dan pohon yang sudah tertanam rapih. Potensinya lokasi itu akan dipakai demonstran sebagai titik kumpul, ketika mengadakan unjuk rasa disekitar jalan tersebut, sehingga mengganggu para penumpang yang ingin menuju Halte Bus.

“Perlu diketahui ini ada gedung (objek vital) yang harus dilindungi, Balaikota dan Wapres. Jangan memberikan masalah baru. Saya fikir mohon dipertimbangkan kembali. Taman di belakang saya ini sudah bagus, tinggal diperbaiki saja agar menjadi pemandangan yang indah,” ungkapnya.

Dia pun menyayangkan rencana Dinas Bina Marga bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, yang dianggap kurang matang dalam membuat perencanaan. Sebab pelican crossing yang saat ini sudah terpasang saja terhalang oleh tanaman, sehingga menyulitkan warga yang ingin menyebrang.

“Bidang taman harusnya dikembalikan lagi seperti semula, ini ada yang tertutup taman sekitar tiga meter. Sebaiknya segera dibongkar dan diperbaiki. Jadi masyarakat yang mau menggunakan pelican crossing tidak sulit, inikan habis mencet tombol, mereka harus muter dan menunggu di bahu jalan,” tandas Ida.


Baca Berita Menarik Lainnya Di Sini

Bagikan: