Loading...

Komisi B DPRD DKI Akan Meminta Penjelasan PAM Jaya Terkait Transparansi Tagihan Air Bersih

Komisi B DPRD DKI Akan Meminta Penjelasan PAM Jaya Terkait Transparansi Tagihan Air Bersih
Kantor PAM Jaya. Foto: Mayzka
Reporter: Mayzka | Editor: Tama

TitikKata.com-Komisi B DPRD DKI Jakarta, tanggapi terkait PAM Jaya yang disinyalir tidak transparan dalam melakukan penagihan kepada masyarakat, dengan tidak merinci penggunaan air dalam satuan meter kubik di meteran air pelanggan

Kepada TitikKata, di DPRD DKI Jakarta, Rabu (13/9/2023, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak mengaku, belum mengetahui hal tersebut. 

“Saya kurang memahami hal ini. Tapi nanti saya tanyakan itu. Karena tentu kita mesti tanya ke PAM Jaya kenapa bisa terjadi begitu”, ujar Gilbert seusai rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta. Rabu (13/9/23).

Menurut keterangan Gilbert, hal tersebut diduga terjadi karena adanya peralihan dari pihak Aetra dan Palyja.

“Kan selama ini mereka itu tidak mengurusi pembayaran itu, tapi melalui aetra sama palyja. Apakah ada hambatan pada waktu pengambil alihan ini, mereka belum siap sistem, itu saya tidak tahu. Tapi nanti kita bisa tanyakan”, ujar Gilbert.

Meskipun begitu, Gilbert akan mengonfirmasi ke pihak PAM Jaya terkait terjadinya hal tersebut.

“Saya tidak tahu. Apakah ini karena periode transisi lalu ada masalah, saya tidak tahu. Karena kan sekarang ini mereka membangun sistem baru, kan sistem yang lama tidak mungkin terintegrasi ke sistem mereka kan. Kita nanti coba lihat, nanti saya tanyakan”, pungkasnya.

Sebelumnya, penelusuran TitikKata di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2023) Warga di Kelurahan Kenari, Kelurahan Paseban, dan Kelurahan Cempaka Putih Barat, mengakui tidak diberi tahu besaran volume air yang dipakai. Mereka hanya tahu biaya tagihan yang harus dibayarkan setiap bulannya.

“Disitu ga ada ya di kartunya. Kalau perinciannya ga jelas itu. Tagihan aja, ga dikasih tahu perinciannya. 350 ribu ya ada turun naik aja gitu mba. 400 lah paling. Pemakaian untuk cuci, minum juga, masak," ujar warga Kelurahan Cempaka Putih Barat, Supandi.

"Ya saya gak perhatiin berapa kubiknya. Jadi saya yang tau itu yang dari agen itu, kan saya belanja. Bilang mau bayar air PAM, nanti sama dia di sebutin tuh harganya segini. Perbulan gak tentu ya kadang Rp.100.00 nanti dibulan berikutnya lagi bisa turun gitu. Mungkin dari pemakain juga kali ya, kalau banyak orang waktu itu tuh kan ada tamu pada datang. Kan banyak pemakain tuh, baru bayar mahal tapi kalau saya aja murah bayarnya," tambah Rahma," kata Rahma, warga Kelurahan Kenari.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait