Menanti Direksi Baru PITS: Antara Harapan Profesionalisme dan Tantangan Bisnis BUMD Tangsel
Titikkata.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) membuka seleksi terbuka untuk tiga jabatan penting di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS). Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan seleksi ini harus melahirkan sosok-sosok profesional yang bebas dari afiliasi politik maupun konflik kepentingan keluarga pejabat.
"Enggak boleh dari partai politik, dan yang pasti, bukan keluarga saya atau Pak Wali Kota," kata Pilar di sela kegiatan di Kecamatan Serpong, Rabu (16/7/25).
Seleksi ini diumumkan melalui surat resmi Pemkot Tangsel dengan nomor: 400.14.4.3/01/Pansel PITS/2025, yang membuka tiga posisi strategis: Komisaris, Direktur Operasional, dan Direktur Umum. Pilar mengatakan, ia sudah memaraf pembentukan panitia seleksi, dan suratnya akan segera diteken Wali Kota Benyamin Davnie.
Pilar menekankan pentingnya profesionalisme. Ia menyebut direksi baru PITS harus punya rekam jejak, pengalaman, dan kapasitas dalam membangun lembaga yang tak hanya sehat secara keuangan, tapi juga berdampak bagi publik.
"Perusahaan ini milik masyarakat. Jadi harus dijalankan oleh orang yang punya kelayakan dan bukan berdasarkan kedekatan," ujar Pilar.
BUMD Surplus, tapi Masih Butuh Suntikan Modal
Perseroda PITS selama ini menjadi salah satu BUMD andalan Pemkot Tangsel. Pilar menyebut, perusahaan tersebut sudah menyumbang pendapatan daerah sebesar Rp6 miliar dalam bentuk bagi hasil. Namun, ia juga mengakui bahwa permodalan menjadi tantangan besar untuk ekspansi bisnis PITS.
“Banyak potensi yang bisa dimaksimalkan, tapi perlu tambahan modal, entah dari bank atau penyertaan dari pemerintah daerah,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, mengatakan panitia seleksi telah menerima beberapa pendaftar. Ia memastikan proses seleksi akan berjalan transparan, mulai dari seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan, hingga wawancara akhir.
"Kita berharap direksi baru PITS nanti bisa lebih tajam menangkap kebutuhan warga dan visi pembangunan daerah," ujar Bambang.
Catatan Kritis untuk PITS dan Seleksi Direksi
Meski mencatatkan surplus, kinerja BUMD seperti PITS kerap menjadi sorotan. Tak jarang, kursi direksi diisi berdasarkan kompromi politik atau kedekatan personal, alih-alih profesionalisme. Pilar seolah ingin memutus mata rantai praktik semacam itu dengan menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi “titipan” dalam seleksi ini.
Namun, transparansi dan akuntabilitas proses seleksi tetap menjadi kunci. Apalagi, rekam jejak pengelolaan BUMD di sejumlah daerah kerap mencerminkan persoalan struktural yang lebih dalam: lemahnya pengawasan, tumpang tindih peran, serta minimnya tata kelola yang berorientasi pada pelayanan publik. (Advetorial)
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS