Menengok Bursa Takjil di Bazar Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang
TitikKata.com - Berburu takjil dengan aneka menu penganan manis, asin, hingga lauk untuk disantap bersama nasi sebagai hidangan berat saat Ramadhan, tidak ada salahnya untuk singgah sejenak di Bazar Ramadhan yang digelar di halaman Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang, Banten.
Bazar Masjid Agung Ats Tsauroh, dikenal telah lama menjadi sarana musiman bagi pemburu takjil dan pedagang kecil menjajakan aneka hidangan berbuka puasa, tak ketinggalan Ketan Bintul, sebagai menu wajib juga tersedia di Bazar Takjil Masjid Agung Kota Serang ini.
Koordinator Harian Bazar Masjid Agung Ats Tsauroh, Iroh Suhiroh, mengatakan bahwa salah satu pusat perhatian jajanan saat Ramadhan tiba adalah Ketan Bintul.
“Banyak datang kesini untuk menikmati jajanan khas Kota Serang, seperti apem, ketan bintul, cincau cendolnya, makanannya semua ada disini,” katanya kepada Titik Kata.
Iroh menjelaskan, bazaar Ramadhan Masjid Ats Tsauroh, telah ada sejak tahun 2010 hingga hari ini. Menu-menu yang disediakan pun sangat beragam. Tentunya penganan tradisional khas Banten.
“Sempat terhenti pas covid 19 di 2019-2020, alhamdulillah bisa terlaksana kembali lagi di 2021 hingga 2023 berkat kerjasama pemkot serang dengan jajaran dkm masjid agung ats tsauroh,” ujarnya.
Diketahui, Bazaarr ini terselenggara sejak hari ini sampai Ramadhan usai dari tanggal satu Ramadhan sampai 30 Ramadhan.
"Nakun biasanya bazaar yang 30 hari ini enggak memenuhi sih, karena seminggu sebelum idul fitri sudah enggak ada. terkecuali asli orang serang," jelas Iroh.
Dia menerangkan untuk bazar Ramadhan tahun ini, ada 99 pelapak yang menjajakan aneka penganan khas puasa Ramadhan. Umumnya, mereka yang berjualan di bazar ini adalah warga dari Serang, Rangkasbitung, Cilegon, Pandeglang, Baros dan wilayah lain di Provinsi Banten.
Dilokasi yang sama, pedagang jajanan khas Kota Serang, Sueb, mengaku sudah lebih dari 10 tahun rutin berjualan takjil di Masjid Ata Tsauroh ini.
“Sejak tahun 2012, ada pandan, ketan bintul asli Kota Serang, jejorong, dan cendil. Bahannya cuma ketan dan ditambah rempah-rempah yang lain,” ujarnya.
Terpisah, Dzikri, pedagang jajanan dalam bentuk minuman hidangan buka puasa yang diberi nama Es Lumut ini mengaku baru pertama kali ikut.
“Es lumut kerena ini didalamnya ada mengandung jelly berbentuk sedemikina rupa seperti lumut lembut, jadi dalamnya ada tiga rasa stowberry, melon, cokelat. andalannya cokelat,” katanya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS