Loading...

PAM Jaya Diminta Tunda Rencana Kenaikan Tarif Air

PAM Jaya Diminta Tunda Rencana Kenaikan Tarif Air
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo mendesak PAM Jaya untuk menunda rencana kenaikan tarif air PAM pada tahun Januari 2025 mendatang. Foto: Titikkata
Reporter: Fifi | Editor: Lani

Titikkata.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo mendesak PAM Jaya untuk menunda rencana kenaikan tarif air PAM pada tahun Januari 2025 mendatang. 

Hal itu dikatakannya, saat ditemui TitikKata di DPRD DKI, Senin (23/12/2024).

"Kemudian yang menjadi catatan adalah ketika PAM Jaya berencana menaikan tarif ini seharusnya kan dikaji betul-betul. Apa urgensinya? Kalau melihat dari kinerjanya PAM Jaya dari 2017 sampai saat ini PAM Jaya tidak pernah merugi. Mencatat laba ratusan miliar rupiah bahkan sempat di 2023 itu 1,2 triliun. Kemudian di tahun 2024 PAM Jaya justru memberikan dividen kepada pemegang sahamnya. Dalam hal ini 100% pemegang sahamnya adalah Pemprov DKI Jakarta. Laba dividen yang diberikan adalah sekitar 62 miliar sehingga menjadi pertanyaan besar.  Mengapa PAM Jaya yang membutuhkan investasi untuk memenuhi targetnya dan penugasannya 100% layanan air minum bersih mengapa tidak labanya itu ditahan atau tidak membagikan dividen tapi dialihkan menjadi investasi supaya segera memenuhi target 100% air minum di 2030 tersebut," tambahnya.

Atas hal itu, Francine meminta PAM Jaya untuk menunda rencana kenaikan tarif tersebut.

"Saya mengusulkan untuk ditunda dulu kecuali kalau misalnya ada urgency lain yang berdasar. Tapi sekali lagi kalau secara aturan PAM Jaya belum bisa menerapkan tarif air minum berdasarkan Kepgub 730 tahun 2024. Karena tadi definisinya sudah jelas air minum dan air bersih itu berbeda," tuturnya.

Sementara itu, Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setya Budi menjelaskan alasan Pemprov DKI Jakarta lebih fokus pada pembangunan perpipaan.

"Kemudian ada yang bertanya, pak kok PAM kan air minum sekarang kita masih air aman belum air minum, kenapa sekarang malah perpipaan yang di perhatikan bukan menyediakan air minum? Kita bisa aja menyediakan air minum, tapikan pipanya sekian tahun itu 100 tahun. Itu pipa-pipa yang jadul, yang lama yang sudah karatan luar biasa disana sini ada yang bocor, lah kalau air itu bahan bakunya bagus tapi kalau lewat pipa yang karatan sekian ratus tahun tidak diperbaiki, kemudian ada bocor sana-sini pastikan bakteri-bakterinya akan gak bisa lagi. Pasti juga airnya, air aman lagi. Jadi kita akan mengarah ke air minum tapi juga pastinya mengalani proses pembaruan atau pergantian pipa-pia yang sekian puluh tahun bahkan ada yang sekian ratus tahun tidak pernah digantikan," ucapnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait