Loading...

Pemkot Bekasi Masifkan Pengelolaan Bank Sampah Oleh Komunitas Masyarakat

Pemkot Bekasi Masifkan Pengelolaan Bank Sampah Oleh Komunitas Masyarakat
Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi. Foto: Anan
Reporter: Anan | Editor: Tama

TitikKata.com-Pemerintah Kota Bekasi mempunyai kurang lebih 200 Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) guna memberikan manfaat kepada masyarakat dan mengurangi volume sampah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi.

Ditemui Titikkata, Koordinator Wilayah (Korwil) BSIP Kecamatan Pondok Gede, Udin Achmadin menjelaskan tujuan dengan adanya program Bank Sampah tersebut.

“Tujuan bank sampah itu sendiri adalah program pemerintah untuk mengurangi bagaimana caranya supaya sampah-sampah yang dari masyarakat itu tidak langsung dikirim ke TPA. Nah supaya berkurangnya diadakan bank sampah, karena bank sampah sistemnya pengelolaan yaitu TPS3R, Reduce-Reice-Recycle artinya sampah-sampah dari masyarakat dikelola apakah bagaimana untuk mengurangi sampah, bagaimana caranya untuk mengelola sampah untuk mendaur ulang,”ucapnya kepada Titikkata dikediamannya, Sabtu (27/01/24).

Dalam program tersebut, Udin Achmadin pun menjelaskan manfaat yang ada kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah ini yang nantinya bisa dijadikan nilai jual beli.

“Nah supaya paling tidak sampah-sampah yang terbuang ke TPA itu berkurang. Nah dampak dari bank sampah itu sendiri itu ada manfaatnya. Pertama adalah untuk pemerintah sendiri mengurangi volume pembuangan sampah. Kedua untuk masyarakat juga dari segi ekonomi yaitu bisa juga sampah-sampahnya yang dibuang dan harus dibayar pada pemerintah itu bisa dijual oleh si masyarakat itu sendiri sebagai nasabah,” tambahnya.

Kemudian, dirinya juga mengungkapkan barang-barang yang bisa didaur ulang berasal dari sampah Anorganik yaitu Sampah Kering.

“Banyak semua barang-barang yang dihasil oleh bank sampah didaur ulang, contoh kayak kardus, kertas, kayak tadi botol-botol minuman, lagi dari beling, kaca, logam semua barang-barang yang dihasilin dari bank sampah itu bisa didaur ulang. Itu tergantung dari jenis barangnya yang mana dikirim ke pabrik sesuai dengan barang yang dikelola itu bisa didaur semua,”ungkapnya.

Sementara itu, Arti Muriyanto selaku Warga Jatiwaringin mengatakan dari program Bank sampah ini menggunakan sistem nabung dengan harga bervariatif yang tentunya dapat mengurangi sampah di Kota Bekasi.

“Ada daftar harganya ya macam-macam bervariasi, jadi ada daftar harganya dikasih sama korwilnya. Nah ini ada daftar harganya, jadi kalau warga kita tanyain berapa sekilo ya ini terus kalau manfaatnya ya kita belajar memilah sampah ya dari awal gitu.  Kalau semua RT peran sertanya besar itu ngurangin sekali ya kayak ini kita 2 minggu sekali biasanya lebih banyak dari sekarang ya. Itu saya rasa sangat mempengaruhi di TPA sana berkurang,”tutupnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait