Loading...

Pemprov Banten Terkesan Tertutup Soal Anggaran, Aliansi BEM Banten: Sangat Disayangkan

Pemprov Banten Terkesan Tertutup Soal Anggaran, Aliansi BEM Banten: Sangat Disayangkan
Koordinator Aliansi BEM Banten Bersatu Abdul Aziz kepada TitikKata. Foto; M.Jen
Reporter: M.Jen | Editor: Tama

TitikKata.com-Aliansi BEM Banten Bersatu mengkritik Pemerintah Provinsi Banten yang tampak erkesan tertutup soal data informasi terkait dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun anggaran 2024.

Koordinator Aliansi BEM Banten Bersatu Abdul Aziz kepada TitikKata, saat ditemui di Kota Serang, Senin (29/4/2024), menjelaskan kebebasan mendapatkan informasi publik telah dijamin dalam UUD 1945 dan UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, sehingga masyarakat berhak mendapatkan informasi yang diinginkan.

“Sangat disayangkan dan sangat kekecewaan bagi masyarakat tentunya, perlu kita ketahui segala informasi apapun itu bentuknya harus ada keterbukaan untuk masyarakat. Perlu diaspirasikan ataupun diberitahukan kepada masuarakat sehingga terjadinya keterbukaan,” ujar Aziz

“Kita Aliansi BEM Banten bersatu pasti akan mendorong kepada pemerintah untuk secara terang benderang dan keterbukaan transparansi anggaran tersebut,” katanya.

Untuk diketahui, redaksi Titikkata secara resmi telah melayangkan surat bernomor 018/SP/TK-IV/XXIV, prihal permohonan data informasi lampiran III Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Banten Nomor 8 Tahun 2023 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024.

Namun sejak surat permohonan ini diajukan per 23 April 2024 hingga saat ini, TitikKata belum memperoleh jawaban resmi yang dimohonkan mengenai data informasi beserta lampiran terkait dokumen APBD Banten tahun 2024.

Sebelumnya, Plh Sekda Banten Virgojanti mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan PPID BPKAD yang tidak memberikan permohonan data informasi APBD 2024.

“Coba nanti saya akan tanyakan (ke PPID BPKAD,red) apa dulu yang dipertanyakan, transparan kan bukan berarti blak-blakan. Saya khawatir takut nanti ketidaktahuan cara membaca malah menimbulkan kegaduhan di publik,” kata Virgojanti.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait