Penerimaan Pajak Serang Rp159 Miliar, Bapenda Kantongi Surplus Rp15 Miliar di Triwulan I
Titikkata.com - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang mencatat realisasi penerimaan pajak daerah hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp159.038.772.124 atau 19,96% dari target Triwulan I.
"Alhamdulillah kita surplus Rp15 miliar. Ada peningkatan capaian 1,51% dibandingkan Triwulan I tahun 2025," ujar Kepala Bapenda Kabupaten Serang, Farhan, diruanganya pada Kamis, (27/4/2026).
Farhan mengaku, penyumbang terbesar realisasi pajak pada awal tahun ini berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor hotel dan restoran.
"Kenaikan PBJT hotel-restoran dipicu tingginya tingkat hunian dan aktivitas masyarakat selama momen Tahun Baru 2026. Sektor pajak hiburan juga turut menyumbang peningkatan," katanya.
Berbeda dengan sektor lain, lanjut Farhan, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan-Perkotaan (PBB-P2) baru mencapai 19% dari target Triwulan I.
"Banyak masyarakat menahan pembayaran PBB karena menjelang Lebaran. Biasanya akan naik signifikan setelah Lebaran," jelasnya.
Sementara itu, dikatakan Farhan, penerimaan dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tidak mencapai target.
Penyebabnya diduga karena ekspektasi masyarakat akan adanya program pemutihan pajak seperti tahun sebelumnya.
"Sudah kami konfirmasi ke provinsi, kemungkinan tahun ini tidak ada pemutihan. Kami imbau masyarakat tetap bayar tepat waktu," tegasnya.
Farhan menyebut, kenaikan realisasi tahun ini tidak hanya didorong program rutin, melainkan hasil aktif dari pemeriksaan lapangan oleh Bidang Pemeriksaan.
"Ketika ditemukan penerimaan wajib pajak yang tidak sesuai, tim langsung turun melakukan pemeriksaan. Alhamdulillah hasilnya positif dan jadi pembeda dibanding Triwulan I 2025," ungkapnya.
Dengan capaian 20% di Triwulan I, Farhan menargetkan realisasi kumulatif 40-45% pada Triwulan II.
Puncak realisasi diperkirakan terjadi pada Triwulan III. Ia berharap kinerja dan armada yang dimiliki dapat menjaga tren positif agar target pendapatan daerah tahun 2026 tercapai.
"Kita harus optimistis. Kalau dari awal sudah pesimis, target tidak akan tercapai. Jika tertinggal di awal, akan berat mengejar di akhir tahun," pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS