Polemik Kampung Bayam Tak Kunjung Usai, Warga Minta Tolong ke Wakil Rakyat
Titikkata.com - Polemik Kampung Susun Bayam (KSB) tak kunjung usai, bahkan semakin runyam dan membuat kondisi warga Kelompok Tani Kampung Bayam Madani (KTKBM) yang saat ini menempati KSB semakin miris.
Polemik KSB semakin diperparah dengan kriminalisasi yang dilakukan PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) terhadap Ketua KTKBM, Muhammad Furqon. Selain itu, warga KSB kerap kali mendapatkan intimidasi dari pihak security PT. Jakpro.
Menyikapi situasi polemik KSB ini, warga berinisitatif menyampaikan surat permohonan mediasi bersama pihak terkait kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, yang diberikan pada Selasa, 30 April 2024 lalu.
Sayangnya, hingga kini surat permohonan tersebut tak kunjung mendapatkan tanggapan.
Ditemui TitikKata di DPRD DKI, Senin (13/5/2024), salah satu warga KSB Topik Rohman menjelaskan perihak terkait.
"Kalau harapan aku sih dari DPRD orang tua kami lah, kami ini rakyat yang harus dilihat harapan kami diterima agar kami segera dipertemukan dengan PT JakPro dan Pj Gubernur agar polemik permasalan kami ini segera tuntas. Jadi gak berlarut-larut gitu. Karenakan selama ini selalu sulit untuk diajak dialog Pj Gubernur dan PT JakPronya," tambahnya
Topik kemudian menjelaskan tindakan yang bakal dilakukan warga jika surat tersebut tak kunjung di tanggapi.
"Kalau kami warga KSB memang sudah sepakat, jikalah kami tidak difasilitasi untuk dialog atau mediasi dengan Pj Gubernur dan PT JakPro kami akan aksi turun ke jalan di depan DPRD. Artinya kami ingin DPRD memfasilitasi tapi kalau tetap gak mau ngasih ya gedung DPRD dan BalaiKota akan kami turunkan aksi paling dikit masa 500 masa atau 10 masa kami akan turun, tergabung dengan solidaritas aliansi-aliansi dan komunitas masyarakat yang peduli akan warga kampung bayam," ucapnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS