Program Sekolah Swasta Gratis Bupati Tangerang, Buka Jalan Anak Kurang Mampu untuk Lanjut Sekolah Tanpa Biaya
Titikkata.com - Program sekolah swasta gratis yang diluncurkan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melalui Dinas Pendidikan sejak 2 Juli 2025 mulai menuai banyak apresiasi.
Warga dari Kecamatan Mauk dan Sukadiri yang sebelumnya kesulitan membiayai pendidikan anaknya kini bisa bernapas lega, karena anak-anak mereka dapat melanjutkan sekolah tanpa harus membayar sepeser pun.
Salah satu penerima manfaatnya adalah Suhaya, warga Gedung Dalem Tegal, seorang janda berusia 58 tahun dengan lima anak.
Kedua anaknya sempat berhenti sekolah lantaran keterbatasan ekonomi. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan kisahnya sambil mengucap rasa syukur.
“Saya sujud syukur sekali ada sekolah gratis dari Pak Bupati. Dua anak saya cuma tamat SD, karena makan saja susah. Waktu mau masuk SMP Negeri kuotanya penuh, saya sempat menangis karena anak saya bilang ‘gapapa Mak, aku berhenti sekolah dulu’. Rasanya sakit sekali,” ungkap Suhaya, saat ditemui TitikKata di SMP Hanjuang, Kecamatan Mauk, Senin (20/10/2025).
Beruntung, program sekolah swasta gratis hadir tepat waktu.
“Alhamdulillah, tiba-tiba ada sekolah swasta yang gratis. Anak saya dan cucu saya sekarang bisa sekolah di SMP Hanjuang. Saya cuma bisa berdoa supaya masa depan mereka lebih baik,” katanya penuh haru.
Kisah serupa datang dari Nasika, warga Kampung Gunung Sari. Bersama suaminya, ia bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan harian sekitar Rp25 ribu.
Ia sempat pasrah ketika anaknya tak diterima di sekolah negeri dan tak sanggup membayar biaya sekolah swasta.
“Dulu anak saya sering nggak masuk karena nggak ada uang jajan. Tapi sekarang sekolah swasta pun gratis. Saya sangat bersyukur karena anak saya masih punya masa depan,” ucap Nasika.
Cerita lain datang dari Santi dan Mini, dua warga Mauk yang juga menikmati manfaat program tersebut.
Keduanya bekerja sebagai buruh harian di pasar tradisional dan sempat khawatir tidak bisa menyekolahkan anak ke SMP swasta karena biaya mahal.
“Anak saya memang pengin sekolah di SMP Hanjuang, tapi saya takut karena swasta mahal. Sekarang gratis, jadi uangnya bisa buat kebutuhan adik-adiknya. Sangat membantu sekali,” kata Santi.
“Sekolah negeri jauh, ongkosnya berat kalau tiap hari naik ojek. Tapi dengan adanya sekolah swasta gratis ini, anak saya bisa tetap sekolah. Saya sampai nangis bahagia karena takut dulu dia cuma lulus SD,” tambah Mini.
Sementara itu, Kepala SMP Hanjuang, Saeful menyebutkan bahwa sekitar 70 persen siswa di sekolah tersebut berasal dari keluarga kurang mampu.
Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah memperluas akses pendidikan tanpa membebani biaya bagi masyarakat.
“Program ini sangat membantu. Dari sisi fasilitas dan kualitas, sekolah kami bisa bersaing dengan sekolah negeri. Setelah kerja sama dengan Dinas Pendidikan, ada 266 siswa yang sudah menikmati program ini tanpa membayar SPP,” jelasnya.
Kebijakan sekolah swasta gratis di Kabupaten Tangerang bukan hanya sekadar solusi pendidikan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak daerah.
Melalui langkah ini, harapan untuk menekan angka putus sekolah semakin terbuka lebar, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS