Sampah dan Kemacetan Pasar Ciruas Dikeluhkan Warga
TitikKata.com- Kondisi pasar Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, dijejali persoalan sampah dan kemacetan yang terjadi setiap hari di pasar rakyat tersebut. Seperti pantauan TitikKata, Jumat 12 Mei 2023 yang memperlihatkan adanya tumpukkan sampah di pinggir jalan, tepatnya di depan pasar Ciruas.
Salah seorang pengguna jalan, Fatimah (48) menuturkan, setiap pagi ketika dirinya melewati jalan tersebut terpaksa menutup hidung lantaran tumpukan sampah yang ada di bahu jalan tersebut menimbulkan bau tak sedap. Selain persoalan sampah yang menimbulkan bau tak sedap, jalan raya Ciruas, juga kerap kali macet saat pagi hari lantaran traffic light yang berada di perempatan Ciruas tidak berfungsi.
"Harapan saya biar dibangun, ditertibkan agar lebih rapih dan tidak bau jangan kaya gitu biar ada aturannya. Kalau pagi setiap berangkat kerja itu macet banget," katanya.
Seorang pedagang pasar, Tumen (50) mengaku, dirinya setiap hari berjualan di bahu jalan pasar Ciruas. Untuk bisa berjualan di lokasi itu, dirinya harus membayar uang setoran kepada seseorang yang mengaku petugas kebersihan. Namun, pada faktanya setiap hari pemandangan tumpukan sampah dengan bau tak sedap sudah jadi pemandangan sehari-hari.
"Saya bayar lapak sehari Rp9.000, orang nya biasanya nagih keliling lapak katanya buat kebersihan dari pengelola pasar. Cuman jualan pagi doang padahal," ungkapnya.
Ditemui terpisah, camat Ciruas Eri Suhaeri mengatakan terkait tumpukan sampah yang ada di pasar ciruas tersebut sampah dari para pedagang pasar serta pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan.
Suhaeri mengaku, pihaknya selama ini dalam melakukan pengelolaan sampah ada keterbatasan jumlah armada pengangkut sampah. Ketersediaan armada yang ada di Kecamatan Ciruas hanya ada sebanyak 4 unit mobil dan 4 unit motor pengangkut sampah.
“Ada pedagang kaki lima yang sampah nya dibuang dipinggir jalan itu sampah liar. Tapi tetap kita sebagai pemerintah kecamatan ada pelimpahan pengelolaan sampah dari pemkab Serang kita kelola. Kalau motor sampah itu untuk mapping sampah yang ada dibeberapa gang di kecamatan ciruas sebanyak 15 desa termasuk sampah liar," ungkapnya.
Untuk Kecamatan Ciruas sendiri jumlah sampah yang dihasilkan per harinya mencapai 100 ton dengan asusmsi jumlah penduduk paling tinggi ke dua di Kabupaten Serang setelah Kecamatan Keramatwatu. Jika melihat sampah yang dihasilkan setiap harinya, Kecamatan Ciruas membutuhkan 8 unit armada pengangkut sampah agar persampahan di Ciruas teratasi.
"Kita hanya mampu membuang setiap harinya 50 persen sisanya keesokan harinya karena memang keterbatasan armada angkutan sampah. Saya punya asumsi kalau armada yang diberikan pemkab serang untuk kecamatan ciruas ada 8 unit itu bisa teratasi untuk mengangkut seluruh sampah yang ada di ciruas," katanya.
Suhaeri berharap agar Pemkab Serang memberikan tambahan armada pengangkut sampah untuk Kecamatan Ciruas. Kendati demikian, kata Suhaeri, pihaknya akan terus berupaya dengan maksimal untuk mengatasi persampahan.
"Harapan saya ada penambahan armada untuk kecamatan ciruas karena memang selama ini kita terbatas Kalau anggaran pemda Serang cukup. Tetapi dengan tim sebanyak 27 orang kita akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk mengatasi sampah di kecamatan ciruas," pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS