Loading...

Sekolah Rusak Bukan Urusan Bupati? Maesyal Rasyid Persilakan Tanya Dinas

Sekolah Rusak Bukan Urusan Bupati? Maesyal Rasyid Persilakan Tanya Dinas
Kolase Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dengan kondisi bangunan SDN Kadusirung II, Kecamatan Pagedangan. Foto: Istimewa
Reporter: Mimi | Editor: Lani

Titikkata.com - Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, sepertinya tidak terlalu peduli dengan dunia pendidikan, khususnya pada sisi sarana dan prasarananya.

Sebab, meski umur Kabupaten Tangerang sudah menginjak usia legen, yakni 394 tahun. Tapi, di sejumlah wilayah masih terdapat sekolah-sekolah yang bangunannya jauh dari kata layak.

Lucunya, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, alokasi anggaran pembangunan pada tahun 2026 hanya senilai Rp53 Miliar bahkan turun dari tahun 2025 sebesar kurang lebih Rp60 Miliar.

TitikKata sempat mengkonfirmasi perihal itu kepada orang nomor satu di Kabupaten Tangerang, kendati demikian Maesyal Rasyid tampak melimpahkan persoalan ke dinas terkait.

“Silahkan ibu tanya ke Dinas Pendidikan, ya,” bernada sedikit emosi, usai menghadiri sidang Paripurna HUT Kabupaten Tangerang, di gedung DPRD, Selasa (13/10/2026). 

Tak sampai disitu, sikap seperti tak peduli itu juga terlihat dari informasi yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Supriyadi. 

Menurut dia, ada 290 rombongan belajar atau kurang lebih 9.000 siswa baik SD dan SMP terpaksa masuk siang lantaran tak memiliki ruang kelas memadai. 

Ribuan siswa itu harus menyesuaikan waktu belajar karena keterbatasan ruang, sedangkan kebutuhan ruang kelas masih menunggu kepastian anggaran.

“Ada 290 rombongan belajar SD dan SMP yang sekolahnya siang. Itu kan berarti ruang kelas kita, kurang. Tapi bagaimana? Kalau 1 ruang kelas saja Rp470 juta, beban satu kelas saja hampir Rp500 juta. Saya sangat bersemangat membangun ini, kalau anggarannya tersedia,” katanya saat ditemui di kawasan Citra Raya, Selasa (6/9/2026). 

Disisi lain, kondisi kurangnya sarana prasarana dapat terlihat salah satunya pada SD Negeri Kadusirung ll di Kecamatan Pagedangan.

Di sana, nampak jelas terlihat kusen kayu yang membusuk, kaca jendela pecah, dinding kelas retak, dan plafon berlubang hingga pernah kemalingan. Seolah bangunan sekolah itu sedang menuliskan sendiri rapor merah bagi lambannya perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang. 

Setali tiga uang, meski sudah dilaporkan sejak tahun 2024, keperdulian terhadap sekolah ini juga harus menunggu lebih lama lagi. 

Pasalnya, Kadisdik Supryadi mengaku, perbaikan harus berdasarkan skala priorotas dan SD Negeri Kadusirung ll direncanakan baru masuk rencana kerja tahun 2027 nanti.

“Mungkin nanti akan diinventarisir ya, tapi tergantung skala prioritas,” tukasnya. 

Lebih lanjut, hingga berita ini disampaikan Titik Kata masih mencari informasi lebih jauh.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait