Loading...

Dianggap Tidak Punya Keunggulan, SMAN CMBBS Disorot Dewan

Dianggap Tidak Punya Keunggulan, SMAN CMBBS Disorot Dewan
Yeremia Mendrofa, Ketua Komisi V DPRD Banten @ M. Jen
Reporter: M.Jen | Editor: Tama

TitikKata.com - Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, menilai SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), memperihatinkan meski telah mendapat alokasi anggaran yang dinilai cukup dari alokasi APBD Provinsi Banten. 

Pernyataan itu, ditegaskan Yeremia usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah yang beralamat di Keluarahan Seruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, pada 23 Januari 2023 lalu.

"Kita sidak CMBBS untuk melihat cara pembelajaran dan lingkungan sekolah. Ketika kami hadir disana, sisi lingkungan sekolah tidak terlihat ada representatif nilai keunggulan. Karena beberapa yang kami temui disana ada beberapa bangunan yang tidak terurus, bahkan banyak sudah ditumbuhi oleh rumput dan pepohonan,"  terang Ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia saat ditemui di ruang komisi V DPRD Banten, Curug, Kota Serang, Jumat (3/2/2023).

Bahkan, berdasarkan pengamatannya terdapat beberapa ruangan kelas yang tidak bisa digunakan karena atap plafon yang rusak. Ditambah perabotan-perabotan yang tidak bisa digunakan. 

Politisi PDIP itu mengaku, dirinya melihat langsung ruangan laboratorium komputer tidak bisa digunakan. Selain itu, kata dia dari sisi pembelajaran didalam kelas tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) di jam pelajaran dan tidak ada guru di sekolah tersebut.

"Ketika misalnya guru izin semestinya harus ada laporan kepala sekolah atau surat izinya. Jadi tidak semata-mata tidak ada diruang kelas. Harus ada SOP ketika guru tidak bisa mengajar di hari itu, apakah ada guru pengganti, jadi jangan dibiarkan anak melaksanakan tugas tapi tidak ada pendampingan dari guru," ungkap dia.

Dia juga mengkritisi beberapa ruang belajar yang digunakan siswa yang tidak menunjukan bahwa terdapat pola pembelajaran yang mencirikan ada keunggulan di CMBBS.

"Kita juga melihat hasil LTMPT (lembaga tes masuk peeguruan tinggi) sekolah CMBBS terbuang tidak masuk dalam 1000 besar," terangnya.

Padahal, sekolah itu memperoleh anggaran belasan miliar setiap tahunnya, yang diperuntukkan untuk membiayai proses pendidikan di CMBBS.

"Dari belasan miliar ini kita tidak melihat ada output yang betul bahwa CMBBS ini menjadi sekolah unggul untuk menghasilkan generasi unggul seperti cita-cita diawal pembentukannya," ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Ketua Komisi V DPR Banten,  meminta Pj Gubernur Banten (Al Muktabar) untuk segera mengambil tindakan agar pemeliharan lingkungan sekolah, gedung-gedung terbengkalai hingga pola pemebelajaran ditinjau kembali.

"Bisa saja CMBBS dikembalikan menjadi sekolah SMA Negeri biasa, karena belasan miliar itu kalau kita terjemahkan membangun sekolah baru bisa kita membangun dua unit sekolah setiap dua tahunnya," kata Yeremia.

Atau paling tidak, Pemprov Banten, lebih serius dalam menentukan arah CMBBS pada tahun 2023 ini.

"Akselerasi ini harus disegerakan sehingga kita tidak membuang waktu dan membuang uang lebih banyak lagi untuk CMBBS yang belum terlihat keunggulannya. Jadi jangan sampai kita mengevaluasi tetapi butuh waktu yang lama," ucapnya.

"Saya masih setuju CMBBS dikembalikan ke semangat awalnya bagiamana Sekolah CMBBS melahirkan generasi unggul di Provinsi Banten," pungkas Yeremia.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait