Tak Punya TPS-A, Dewan Kabupaten Serang Akui "Tekor" Urusan Sampah
Titikkata.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tak kunjung miliki Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPS-A) hingga harus menguras habis kas daerah hanya untuk urusan 'membuang sampah' ke tetangga, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Kota Serang.
Diketahui, Pemkab Serang harus merogoh kocek hingga Rp23,17 miliar per tahun sebagai biaya retribusi kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemerintah Kota Serang.
Sedangkan untuk setoran retribusi sampah yang masuk ke kas daerah hanya Rp1,2 miliar per tahun.
Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, mengakui kondisi ini sangat dilematis.
Menurutnya, urusan sampah ini bakal jadi 'penyakit' kronis yang nggak ada obatnya selama Kabupaten Serang belum punya TPS-A sendiri.
"Kita belum punya TPS-A. Opsinya ya cuma kerja sama dengan daerah lain yang punya lahan. Sudah coba ke Pandeglang sampai Lebak, tapi ada yang nggak lanjut," katanya saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, (6/1/2026).
Ulum menyebut, meski biayanya bikin elus dada, kerja sama dengan Kota Serang tetap harus diambil.
Kalau tidak, Kabupaten Serang bisa tenggelam dalam tumpukan sampah.
"Betul, angka Rp 23 miliar itu fantastis. Tidak sedikit. Tapi ya itu kebutuhan kita. Kalau langkah ini tidak diambil cepat, bakal jadi masalah serius," ucapnya.
Ulum mengingatkan, Pemkab Serang tidak bisa selamanya mengandalkan APBD untuk mensubsidi biaya buang sampah yang selangit itu.
Ia mendesak dinas terkait untuk menggenjot retribusi dari masyarakat secara maksimal dan konsisten.
Soal angka Rp 23 miliar yang jadi sorotan, Ulum menyerahkan sepenuhnya kepada pihak eksekutif.
Ia berasumsi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah menghitung matang-matang sebelum tanda tangan kontrak.
"DPRD tidak terlibat langsung menentukan nominal. Kalau nota kesepakatan sudah diteken, berarti pemerintah pede anggarannya ada. Kalau nggak kuat bayar, ya nggak mungkin disepakati," ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini jadi solusi win-win solution. Kabupaten Serang punya tempat buang sampah, sementara daerah mitra dapat tambahan 'gizi' buat APBD mereka.
"Tapi ya itu, kajiannya harus matang, jangan sampai kita rugi bandar," pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS